Skip to main content

Jelang H.U.T Kelenteng Cu An Kiong Lasem Panitia Terus Lakukan Persiapan


REMBANG (wartamerdeka) - Panitia penyelenggara HUT Makco Thian Siang Sing Bio Kelenteng Cu An Kiong Desa Dasun Lasem terus melakukan persiapan guna mem Kelenteng Cu An Kiong persiapkan gawe besar yang melibatkan ribuan tamu. Utamanya berkoordinasi dengan intitusi lain terkait rangkaian acara yang diselenggarakan.

Sekertaris panitia penyelenggara Hanny Yolando di ruang sekretariat siang kemarin menjelaskan, ulang tahun Makco sebenarnya jatuh hari Jumat 13 April dan dijadwalkan dikirab keliling Kecamatan Lasem. Namun karena pengurus kelenteng dari daerah lain berkenan ikut serta, maka kegiatan diundur pekan mendatang. Kamis malam dan Jumat pagi diisi sembahyang leluhur di Kelenteng Cu An Kiong, diikuti warga tionghoa setempat.

Untuk arak-arakan lanjut Hanny, kegiatan dinamakan kirab akbar dan baru kali ini dilaksanakan dalam rangka merayakan HUT Maco Thian Siang Sing Bo Kelenteng Cu An Kiong Lasem, digelar Minggu 22 April mendatang. Perhelatan yang tergolong besar tersebut nanti diikuti 44 kelenteng tamu, lima puluh porsen berasal dari wilayah Jadebotabek (Jakarta-Depok-Bogor-Tangerang dan Bekasi), lainnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan ada yang datang dari Manado yakni Tay Seng Bio.


Menurut Hanny, satu kehormatan bagi panitia penyelenggara sekaligus tuan rumah Kelenteng Cu An Kiong, karena semua kelenteng tamu yang ikut andil dalam kegiatan kirab akbar mengirimkan kim sien/patung dewa utama masing-masing. Dari daftar peserta sejumlah 44 kelenteng tamu tercatat kim sien yang akan diarak sebanyak 73 patung dan 53 unit tandu besar puluhan joli berukuran kecil.

Ditambahkan, kirab akbar terhitung peristiwa tergolong langka sehingga akan menjadi hiburan menarik bagi warga Rembang dan sekitarnya. Persiapan panitia penyelenggara kurang lebih mencapai 80% dan terus melakukan koordinasi dengan pihak lain yang terkait agar kegiatan berlangsung sukses dan berjalan lancar.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.