Skip to main content

Nelson Simanjuntak Bertekad Bawaslu Bisa Bekerja Optimal Awasi Pemilu 2014



JAKARTA (wartamerdeka.com) - Para anggota Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk periode tahun 2012-2017, baru dilantik Presiden, didampingi Wakil Presiden, Kamis (12/04/2012) lalu, di Istana Negara, Jakarta. Lima Anggota Bawaslu yang dilantik adalah, Muhammad, Nasrullah, Endang Wihdaningtiyas, Daniel Zuchron, dan Nelson Simanjuntak. Mereka dilantik bersamaan dengan 7 (tujuh) anggota KPU terpilih.


Ir. Nelson Simanjuntak, anggota Bawaslu yang sebelumnya sudah berada di lingkungan Tim Asistensi Bawaslu kepengurusan lama, memang tidak aneh jika sekarang menjadi anggota.


Perjalanan karirnya yang diawali sebagai wartawan media harian Nasional, membuat langkahnya setapak
-demi setapak melaju secara pasti. Bahkan sebelum menjadi anggota Tim Asistensi Bawaslu, dia aktif sebagai Manajer Pengkajian pelaksanaan Pemilu dan implementasi Undang-undang Pemilu di Perludem (Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi).




 Dalam acara syukuran yang dilakukan di rumah makan di bilangan Jakarta Timur Jum’at (13/04/2012) malam lalu, Nelson menyempatkan bincang-bincang dengan wartawan seputar tekad dan harapannya sebagai anggota Bawaslu yang baru.


”Melalui kepengurusan Bawaslu periode 2012-2017 ini, kita bertekad untuk mendorong terciptanya Pemilu yang jujur, adil, dan bijaksana. Sehingga Pemilu di 2014 nanti, masyarakat menaruh kepercayaan pada penyelenggaraan Pemilu itu sendiri,” ujarnya.


Nelson berharap, agar para Partai Politik peserta Pemilu nanti dapat memenuhi aturan main yang sudah ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), sehingga tidak terjadi kericuhan di masyarakat.


“Ya, jelas kita berharap, agar parpol peserta Pemilu 2014 nanti, dapat memenuhi aturan yang ada, sehingga tidak banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang justru mungkin mencederai nusnsa demokrasi dalam Pemilu,” tambahnya.


Sementara itu, Nelson juga sangat mengharapka, agar para masyarakat dapat menggunakan hak-haknya dalam Pemilu, sehingga tercipta Pemilu yang cerdas.


“Terhadap amsyarakat, kita tentu sangat mengharapkan, agar menggunakan partisipasi politiknya sebagai warga Negara, dalam pelaksanaan Pemilu. Sehingga akan menciptakan situasi Pemilu yang cerdas,” imbuhnya.


Dikatakan mantan aktivis LSM ini, Bawaslu memang memegang 2 fungsi sekaligus yaitu, fungsi pencegahan dan fungsi pengawasan Pemilu. Sehingga kedua peran tersebut harus dapat dilaksanakan secara parallel, untuk mendukung terciptakan Pemilu yang cerdas, tenang dan damai.


Sebab itu, dalam hal pencegahan dilkatakan, tugas sosialisasi kepada masyarakat, menjadi sngat penting dilakukan. Dan soal pengawasan, tentu Bawaslu lebih mengarahkan kepada partai politik dan calon-calon partai politik, untuk lebih memahami aturan main yang ada.


Menjawab pertanyaan soal seringnya rekomendasi Bawaslu yang akhirnya ketinggalan atau tidak dilanjutkan prosesnya oleh KPU dan pihak-pihak yang dilimpahkan, dia mengatakan, semuanya memang sesuai dengan kewenangan yang ada terkait Bawaslu.


“Ya, tentu kita juga mengakui, belum pernah ada Pemilu yang sempurna sejak pasca reformasi. Tapi setidakya, dengan kewenangan yang ada, dengan komitmen para anggota Bawaslu periode ini, kita akan lakukan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kita akan kerjakan secara optimal,” ujarnya.


Sementara itu diketahui, Muhammad akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk periode 2012-2017. Penentuan Muhammad sebagai Ketua Bawaslu, diputuskan melalui mekanisme pleno pertama Anggota Bawaslu periode 2012-2017, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/4) malam.


Keputusan Muhammad menjadi Ketua Bawaslu, diambil setelah terjadi kesepakatan tanpa voting dengan empat anggota Bawaslu yang lain yakni, Nasrullah, Endang Wihdaningtiyas, Daniel Zuchron, dan Nelson Simanjuntak. Pleno sendiri dilakukan setelah pelaksanaan pisah sambut Anggota Bawaslu dan perayaan hari ulang tahun Bawaslu ke-4, di pelataran halaman Bawaslu.


Muhammad, merupakan mantan Ketua Panwaslukada Sulawesi Selatan terpilih menjadi anggota Bawaslu terpilih pada akhir Maret lalu setelah menjalani seleksi dan uji kelayakan dan kepatutan di DPR. (DANS)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.