Skip to main content

Dianggap Abaikan Aturan, Penggalian Tambang Tipe C di Brondong Terus Disoal Warga

LAMONGAN (wartamerdeka.com) - Usaha penggalian tambang di wilayah kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan terus disoal warga menyusul tak dipenuhinya beberapa komitmen kesepakatan dengan warga beberapa waktu lalu. Seperti yang pernah diberitakan wartamerdeka.com, penggalian tambang tipe C tersebut juga pernah dibekukan ijin usaha operasional produksinya (IUOPP) karena warga masyarakat memprotes dengan mengumpulkan tandatangan.


Usaha penggalian yang dimulai pada oktober 2010 tersebut sebenarnya sudah final dan disepakati warga masyarakat setempat. Hasil kesepakatan tersebut, setelah melalui musyawarh warga asalkan jalan yang dilewati kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut diperbaiki. Penanggungjawab usaha CV Karya Mandiri tak keberatan dengan permintaan warga tersebut. Jalan menuju lokasi penggalian akhirnya ditata baik dan bila berdebu juga disiram.

“Sebenarnya, segala proses perijinan dan persetujuan warga sudah tidak ada masalah, namun belakangan kok ada warga yang protes,” kata Budi, salah seorang staf pemda di kecamatan Brondong.
Sayangnya, sebagian dari hasil musyawarah tersebut tetap diabaikan pihak pengelola penggalian. Zainal Arifin salah seorang warga sekitar melalui handphone-nya mengatakan kepada wartamerdeka.com, Senin (28 Mei 2012) bahwa hingga saat ini komitmen pengelola dengan warga bukan saja diabaikan malah penambang sudah melakukan beberapa kegiatan tambang yang melanggar aturan, seperti tonase pengangkutan yang seharusnya hanya 10 rit per hari, namun kenyataannya lebih dari itu.

“Kalau kesepakatan sudah dilakukan, pihak pengelola jangan seenaknya sendiri melakukan kegiatan pengangkutan,” kata Zainal Arifin. Menurut dia, saat ini, bukan hanya warga kampung yang merasa dirugikan, tapi para petani juga dirugikan. “Dumptruk pengangkut hasil galian kan melewati jalan setapak yang kanan-kirinya merupakan lahan perkebunan petani, sehingga polusi debu dari truk pengangkut banyak menempel di tanaman-tanaman warga petani sekitar lokasi penggalian, itu kan merugikan warga” tambah dia.

Dari data yang dihimpun koran online menyebut, keberadaan penggalian tambang yang berlokasi di dua desa yakni desa Sedayulawas dan kelurahan Brondong sudah lama disoal warga, namun sejauh ini pemkab belum mengambil langkah-langkah konkret. Bahkan pihak kecamatan Brondong, terkesan lamban menangani masalah tersebut.

“Ini bisa jadi bom waktu, bila solusi tidak segera ditemukan,Mas!,” ujar heriyana, salah seorang warga setempat. Sayangnya, pihak kecamatan meski sudah dihubungi belum memberi komentar jelas. (Mas)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.