Skip to main content

Kepala BKD Rembang: Pengangkatan Tenaga Honorer Sebagai PNS Baru Isu


REMBANG (wartamerdeka.com) - Wacana tentang pengangkatan tenaga honorer yang akan dilakukan pemerintah, masih dianggap sebagai isu nasional yang belum tentu terwujud. Hal itu dikarenakan, hingga hari  ini Kementerian Pemberdayaan Apatur Negara (Kemenpan) dan Reformasi Birokrasi belum mengirimkan pemberitahuan akan adanya pengangkatan tenaga honorer untuk masing-masing Kebupaten/Kota.


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Suparmin saat dikonfirmasi wartawan Selasa (15/5/2012)  mengatakan, saat ini isu tersebut hanya bisa dikonsumsi dan belum bisa dibuktikan kebenarannya. Hal ini didasarkan pada payung hukum yang ada belum sampai hingga kebupaten, yakni pemberitahuan dari Kemenpan.

”Kalau belum ada payung hukum yang kuat, kami tidak berani menyatakan ada pengangkatan atau tidak. Yang pasti, hingga tahun 2014 masih berlaku moratorium,” tegasnya

Pihaknya menjelaskan, dengan diberlakukannya moratorium yang berlaku hingga 2014 ini, maka dipastikan semua tenaga honorer belum bisa diangkat. Terkecuali dengan adanya pemberitahuan untuk mengadakan pengangkatan pada tenaga honorer.
”Jadi saat inipun kami masih menunggu hal tersebut. kalau ada pengangkatan akan kami sesuaikan dengan jumlah yang di instruksikan untuk diangkat,” katanya.
Suparmin menyebutkan, saat ini terdapat lima tenaga honorer katagori I yang tinggal menunggu surat pengangkatan di Kemenpan. Akan tetapi, pihaknya pun tidak bisa memastikan akan terangkat secara keseluruhan karena belum mengetahui terdapat test yang  sudah ditentukan oleh pihak Kemenpan sendiri atau tidak.
”Yang pasti kami tidak akan menutup-nutupi kalau ada surat pastinya kami akan segera memberitahu, termasuk apabila ada syarat dan ketentuan yang berlaku,” paparnya.
Selain itu, menurut data yang ada  tahun ini terdapat dua tenaga honorer meninggal dunia dan sepuluh tenaga honorer katagori II saat ini telah mengundurkan diri karena berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling banyak adalah terangkatnya mereka menjadi PNS di Kabupaten bahkan Provinsi di Luar Jawa.
”Jadi untuk tenaga honorer katagori II yang sebelumnya berjumlah 555 kini hanya menjadi 543 orang,” bebernya.
Melihat hal itu, saat ini pihak dari dinasnya telah melakukan koordinasi melalui pemberitahuan langsung dengan melayangkan surat. Sehingga, apabila kelak terdapat pengangkatan yang ditunjuk langsung ataupun melalui test, pihak Kemenpan langsung dapat mengetahui jumlah pasti yang dimiliki Kabupaten Rembang. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.