Skip to main content

Tunggakan KPLI Sarang Capai Rp 1,42 M, Bupati Rembang Marah

REMBANG (wartamerdeka.com) - Terkait jumlah Kekurangan Pembayaran Lelang Ikan (KPLI) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sarang seperti diberitakan di  sejumlah media cetak dan online baru-baru ini membuat membuat Bupati Rembang H. Moh Salim geram dan marah.  Bupati pun meminta SKPD terkait termasuk Administratur TPI, segera menata kembali dengan baik. Kalimat tersebut  disampaikan saat acara  sosialisasi  dana bagi  hasil cukai hasil tembakau di di pendopo kecamatan Sarang, kemarin (30/5/2012).


“Saya minta kepala dinas kelautan segera turun tangan dan menata kembali permasalahan KPLI dengan baik. Kami tak mau ada lagi  berita tentang  KPLI, karena itu terkait dengan kesejahteraan nelayan. Jangan sampai ada keterlambatan pembayaran untuk  kesejahteraan para nelayan, “ungkap Salim.

Sebelumnya Kepala TPI Sarang, Sutrisno  kepada wartawan mengatakan,  terhitung hingga 22 Mei 2012 jumlah  KPLI mencapai Rp 1,42 miliar. KPLI ini sebenarnya adalah warisan dari Puskud (TPI sebelumnya). Yakni, sebelum digabung oleh Dinas Kelautan Dan Perikanan sudah  meninggalkan KPLI sebesar Rp 1 miliar lebih.

”Waktu saya masuk menjadi kepala TPI saja, KPLI sudah mencapai kisaran Rp 1,058 miliar. Sedangkan KPLI sendiri terus bertambah seiring Raman yang diperoleh,” terangnya .

Sutrisno  menjelaskan, KPLI sendiri bertambah bukan berarti tidak melakukan pembayaran sama sekali. Akan tetapi, pertambahannya dikarenakan beberapa faktor. Pertama, adalah para pedagang aktif. Yakni, pedagang yang mengikuti pelelangan setiap harinya.

”Kedua adalah pedagang musiman, yakni melakukan lelang tapi berdasarkan musim ikan yang ada. Ketiga adalah pedagang pasif yang tidak melakukan pelelangan ikan sama sekali akan tetapi meninggalkan KPLI,” jelasnya.

Masih kata  Sutrisno, untuk pedagang  pasif sebenarnya sudah ada tim kabupaten yang ditunjuk untuk mengurusi KPLI. Yakni, anggotanya adalah mereka yang memiliki SK dan para ketua TPI setempat.”Nah untuk tim ini sengaja di bentuk untuk melakukan penagihan kapada pedagang yang memiliki tanggungan kekurangan pembayaran. Hanya, mungkin kinerjanya  masih perlu dioptimalkan. Terutama dalam TPI Sarang sendiri yang tidak punya wewenang melakuklan penagihan,” tegasnya.

Sutrisno menambahkan, selama ia  menjadi kepala TPI Sarang, hingga  22 Mei 2012 hingga saat ini KPLI yang ada menjadi Rp 1, 42 miliar. Terdiri dari endapan yang berada di KPLI pasif Rp 162,44 juta,di  KUD Rp 97,11 juta dan KPLI aktif sekita Rp 1,16 miliar.

”Kalau ditotal memang sebanyak Rp 1,42 miliar. Tapi untuk mengatasi hal tersebut, saat ini kami mewajibkan untuk mengurangi dengan cara memberikan cicilan yang disesuaikan dengan hasil raman,” terangnya.

Melihat fakta ini, pihaknya mempersilahkan untuk mengamati ataupun melakukan pengecekkan ketika masih ada keraguan. Pihaknyapun menyatakan siap terkait data yang ada. Apalagi saat ini TPI adalah milik pemerintah yang terbuka kepada siapa saja.

”Kami persilahkan kalau ada yang meminta data. Apalagi memang dari dasarnya TPI adalah tempat terbuka bagi yang mengingikan informasi,” ujarnya.

Kendati demikian, ketika disinggung terkait dengan usulan wakil ketua HNSI, Nur Wahid (HM Nur Wahid) terkait adanya usulan TPPN (Tim Pembayaran Pelelangan Nelayan) yang ditujukan untuk mencermati dan memberikan modal kepada nelayan yang ingin mengikuti lelang, pihaknya menyatakan setuju. Asal, tim tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur.

”Kami malah setuju, karena itu meringankan kinerja kami. Tapi dengan catatan sesuai dengan prosedur yang ada,” tegasnya.

Sesuai data yang ada  raman pertanggal 1 januari hingga 22 Mei 2012 mencapai Rp 3,68 miliar. Dengan produksi sebanyak 524,45 kilogram. Sedangkan untuk KPLI sendiri mencapai Rp 1,42 miliar.(hasan)
Keterangan Foto: Bupati Rambang H. Mooh. Salim (kanan) dan Wakil Bupati Rembang (kiri)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.