Headline

Jembatan Kali Genteng Di Pekalongan Ambruk, TNI - Polri Amankan Lokasi

PEKALONGAN (wartamerdeka.info) - Jembatan Kali Genteng yang menghubungkan Desa Bojongkoneng dan Kandangserang putus, kabupaten Pekalongan...

Ribuan Orang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan

SBY dan Anies Juga Hadir



PEKALONGAN (wartamerdeka) - Ribuan orang dari berbagai kalangan, baik Tokoh Nasional, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, TNI, Polri, berkumpul bersama dengan masyarakat dan para santri untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (24/12) malam di Kanzus Sholawat Jl.Dr.Wahidin Kel.Noyontaansari, Kec.Pekalongan Timur Kota Pekalongan.


Mereka yang hadir, di antaranya mantan Presiden RI Ke-6 Bp.Prof.Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo,S.H.,M.IP., Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Wuryanto,S.Sos.,M.Si., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs.Condro Kirono,M.M.,M.Hum., Gubernur DKI Jakarta H.Anies Rasyid Baswedan,Ph.D., Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc.,M.P.A., Edy Baskoro Yudhoyono, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi, Kapendam IV/Dip Kolonel Inf Satria, Bupati dan Walikota Pekalongan beserta Forkopimda Kab/Kota Pekalongan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan segenap alim ulama serta para santri Kab/Kota Pekalongan dan sekitarnya serta warga masyarakat Pekalongan.

Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Wuryanto,S.Sos.,M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terselenggaranya kegiatan ini. "Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat hadir dihadapan forum yang mulia ini, karena melalui kegiatan ini, kita semua dapat mempererat tali sikaturahmi dalam suasana Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Insaniyah, silaturahim antar umat Islam, "  ungkapnya.



Dikatakan Pangdam IV/Dip, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini bukan hanya untuk sekedar mengenang peristiwa masa lalu. Tetapi untuk mengingat kembali pelajaran penting tentang keteladanan Nabi Mihammad SAW dalam rangka memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagai landasan moral dalam melaksanakan pengabdian kepada nusa dan bangsa.

"Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang diutus Allah SWT ke muka bumi ini untuk membawa umatnya ke jalan yang benar. Beliau terlahir dari seorang ibu yang bernama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah, yang dilahirkan di kota Mekkah dan wafat di Medinah," paparnya.

Kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, lanjutnya. Merupakan sumber ilham bagi seluruh umat manusia.  Sejak Nabi Muhammad SAW menerina wahyu untuk menyampaikan dan menyiarkan ajaran agama Islam untuk menyembah Allah SWT serta mengajak umat manusia untuk ke jalan yang benar.

Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok pemimpin yang menjadi teladan dalam semua aspek kehidupan serta menjadi panutan bagi umat manusia, karena beliau memiliki sifat shiddiq (benar), amanah (dipercaya), tabliqh (menyampaikan kebenaran), fathonah (cerdas).

"Kegiatan ini harus mampu menjadi momentum bagi kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW yang senantiasa membela kebenaran, mengedepankan kejujuran, menghargai dan menghormati keberagaman, " terangnya.

Sebab itu, lanjutnya. Para ulama dan santri yang dahulu berperan sangat besar dalam kemerdekaan dan berdirinya NKRI serta lahirnya Pancasila, maka tugas dan kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa saat ini adalah menjaganya.

"Mari kita gemakan Sholawat dan mentradisikan Sholawat, karena didalamnya mengandung ajaran kasih sayang, saling menghormati serta ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, " tuturnya.

Sebagai bukti, lanjutnya, jamaah yang hadir disini sama-sama membaca kalimat yang sama, bersikap duduk yang sama, mengalunkan nada bacaan yang sama serta mengikuti satu komando pula.

" Inilah harmonisasi yang kita inginkan dan dapat diterapkan dal was m berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, demi tetap tegak kokohnya NKRI yang kita cintai bersama", ungkapnya.

Selain itu, Pangdam IV/Dip menyampaikan, agar sinergitas antara TNI dengan seluruh komponen dan elemen masyarakat khususnya para ulama, kyai dan para santri, harus senantiasa dibangun dan dipelihara dengan baik.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs.Condro Kirono, M.M.,M.Hum., menyampaikan, walaupun dakam suasana libur nasional banyak yang hadir dalam kegiatan ini. Semua tumplek di Pekalongan khususnya di Kanzus Sholawat kediaman Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.
Dimana, kegiatan pada hari ini bernuansa keagamaan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara Indonesia.

Disamping itu, Kapolda juga mengapresiasikan atas kehadiran mantan Presiden RI Ke-6 Bpk.Susilo Bambang Yudhoyono beserta kedua putranya.

Apresiasi uang sama juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, S.H.,M.I.P., atas diundangnya menghadiri kegiatan ini. Dikatakan, kebanggaan tersendiri diundang ulama besar seperti Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

"Saya merasa hari ini, adem tentrem melihat para santri berkumpul bersama dengan komponen dan elemen masyarakat lainnya. Semoga pertemuan ini mendapat ridho Allah SWT dan diberkahi Allah SWT, " terangnya.

Sementara itu, Prof.Dr.Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasinya karena diundang kembali oleh Maulana Habib Luthfi dalam silaturahmi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Kita tahu sebagai pemimpin, Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin yang agung, pemimpin dunia, pemimpin hebat. Karenanya, apa yang dapat kita contoh dari Nabi Besar Muhammad SAW. Kita simpulkan dan umat bisa berharap, apa harapan umat atau rakyat Indonesia. Hatapannya, damai dan rukun serta toleran satu sama lain, " paparnya.

Dikatakan, bangsa dan negara Indonesia ini dikatakan adil apabila pemimpin dan masyarakat bersatu.

"Cita-cita umat dan harapan bangsa Indonesia ini adalah damai, sejahtera, tenteram dan adil. Damai, sejahtera, tenteram dan adil sekarang ini bukan semata turun dari langit begitu saja. Tetapi kesemua itu, merupakan campur tangan yang Maha Esa Allah SWT dan juga masyarakat bangsa Indonesia itu sendiri yang ingin damai bersatu, " terangnya.

Disampaikan, ada empat kepribadian atau akhlak Nabi Muhammad SAW yang harus kita teladani dan dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Akhlak ini dapat dipakai semua orang dan bahkan non Islam pun dapat memakainya empat sifat Rasulullah SAW ini. Yakni, Siddiq (jujur), Nabi dan Rasul utusan Allah SWT merupakan manusia yang jujur.

Mereka menyampaikan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada umatnya. Tidak ada syariat yang disembuyikan atau tidak disampaikan kepada umatnya.

Amanah (dipercaya), Nabi dan Rasul memiliki sifat amanah karena Nabi dan Rasul memiliki sifat yang jujur, mereka dipercaya. Kejujuran yang dimiliki Nabi dan Rasul menyebabkan mereka dipercaya.

Dan mereka menjaga dan melaksanakan amanah yang diterima kapan dan dimanapun berada. Tabliq (menyampaikan), apa yang diterima dari Allah SWT disampaikan kepada umatnya.

Rasulullah tidak mengurangi sedikitpun perintah yang diterimanya dari Allah SWT. Fathonah (cerdas), dalam menjalankan dakwah dan siarnya, Rasulullah sering menemui halangan dan rintangan. Halangan dan rintangan harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya. Sehingga kecerdasan dan kejernihan pikiran dapat keluar dari tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, Allah SWT mengaruniai Nabi dan Rasul-Nya sifat Fathonah.(Didi/ar) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ribuan Orang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan"

Posting Komentar