Headline

KN Bintang Laut Bakamla RI Tangkap Dua Kapal Vietnam Berbendera Malaysia

BATAM (wartamerdeka.info) - Kapal patroli Bakamla RI KN Bintang Laut 4801 yang dikomandani oleh Margono Eko melakukan adhoc terhadap du...

Kabar Mengejutkan: Mantan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail Jadi Tersangka

Nur Mahmudi Ismail

Oleh Dasman Djamaluddin

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, sekarang berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka,  Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok.

Rabu, 29 Agustus 2018, berita ini sudah tersebar di dekat pemukiman saya di Tapos, karena ia  tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka,  Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok.

Status tersangka ternyata telah disandang Nur Mahmudi sejak 20 Agustus 2018 lalu. Penetapan status tersangka Nur Mahmudi ini dilakukan setelah gelar perkara dan telah  ditemukan dua alat bukti yang cukup.

Selain Nur Mahmudi, penetapan tersangka juga dilakukan kepada mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto. Dari korupsi ini, dugaan tindak pidana korupsi itu mencapai Rp10,7 miliar.
Saya yang pernah menjadi anggota Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan sejak dilantik, sudah tentu tidak begitu percaya. 

Karena, ia adalah muslim yang taat.
Ketika Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Kotamadya Depok, Periode 2011-2016, diterima Wakil Wali Kota Depok waktu itu,  Dr KH Idris Abdul Shomad, MA, ia pun mengatakan Nur Mahmudi Ismail adalah profil yang baik dan taat.

Kami bertemu Wakil Wali Kota, Selasa, 1 November 2011. Sementara wakil-wakil ICMI yang hadir terdiri dari, Muhammad Alfin,SE (Sekretaris), dr. H.Fakrurrozi (Wakil Ketua), Dra.Irna Sjafei,MPd (Wakil Ketua), Nasser Jafar Seif, Msi, AAAIK,QIA,PIA (Bendahara), Dasman Djamaluddin, SH, M.Hum (Ketua Divisi Hukum dan HAM) dan Ernesto M.Barcelona (Sekretaris Dewan Pakar). 

Pada kesempatan silaturrahmi itu, ICMI Orda Kota Depok memperkenalkan para pengurusnya, sekaligus menyampaikan beberapa gagasan ICMI ke depan yang waktu itu akan menyelenggarakan Rapat Kerja.

Wakil Walikota Depok waktu itu menekankan   agar nama Cendekiawan yang disandang tetap menjadi kebanggaan, sekaligus memikul tanggung jawab besar dalam hal membantu warga Depok sesuai bidangnya masing-masing.

Bagaimana pun, ujar Wakil Walikota Depok, kerjasama antara ICMI dan Pemerintah Kotamadya Depok agar berjalan dengan sinergi. Suasana berlangsung dengan akrab dan diselingi joke-joke sehat, maklumlah, Wakil Walikota ini didaulat oleh ICMI Orda Depok sebagai Ketua Dewan Pakar, sehingga sepertinya tidak ada jarak di kedua belah pihak.

Kalau boleh dikatakan, memang penampilan Wakil Walikota Depok seadanya dan sederhana. Maklumlah, Kiyai Idris, demikian singkatan nama yang diberikan kepada Wakil Walikota Depok tersebut memahami betul kehidupan bermasyarakat dan dekat sekali dengan warga Depok. 

Apalagi kedua orang tuanya memang berasal dari Depok. Ayahnya H. Abdul Shomad asli Beji, sedangkan Ibunya Hj. Yumani Binti Sholeh asli kelahiran Cilodong. Kedua orang tuanya kemudian hijrah di Jakarta untuk berdagang di Manggarai. Idris dan kedelapan saudaranya lahir di Jakarta dengan lingkungan keluarga besar yang relijius.

Kyai Idris mengakui mendapat banyak bimbingan dari Hidayat Nur Wahid. 

“Tujuannya adalah untuk memberdayakan guru/para ustadz serta pondok pesantren” jelasnya.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, menurut saya memang cocok menggaet Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Idris Abdul Shomad ini sebagai wakilnya dalam periode keduanya. 

Sewaktu memperebutkan tokoh nomor satu dan dua di Kota Depok baru-baru ini, mereka didukung lima partai, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), serta tiga partai non parelemen, yakni Partai Nasional Banteng kemerdekaan (PNBK), Partai Pelopor, Partai Republikan Nusantara. 

Selain itu, pasangan ini juga memperoleh dukungan dari beberapa ormas besar, seperti Forum Betawi Rempug.

Jadi di masanya, Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail tidak keliru memilih Kiyai Idris sebagai wakilnya, maka sudah tentu ICMI Orda Kota Depok pun waktu itu tidak keliru mendaulat kiyai ini sebagai Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Kota Depok Periode 2011-2016. 

Waktu itu,  Pemerintah kota Depok dan ICMI Orda Kota Depok bisa bekerjasama dan berjalan seiring demi mensejahterakan masyarakat Kota Depok. Terutama menjalankan amanah dan sudah tentu sebagai ummat Islam yang dicari adalah redhonya Allah SWT karena bagaimana pun pertanggung jawaban tertinggi adalah kepada  Allah SWT. 

Berbagai latar belakang inilah membuat saya terkejut, juga anggota ICMI Orda Depok yang lain, terkejut,  ketika mantan Wali Kota Depok diduga melakukan korupsi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kabar Mengejutkan: Mantan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail Jadi Tersangka"

Posting Komentar