Teritorial Dapat Bantu Pemerintah Daerah Wujudkan Stabilitas Keamanan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Keterlibatan satuan jajaran komando kewilayahan TNI sebagai Komunitas Teritorial diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dan Polri untuk mewujudkan stabilitas keamanan ketertiban masyarakat di daerah.

Demikian amanat Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo yang dibacakan Paban IV/Komsos Ster TNI Kolonel Inf Suchono dihadapan 1.000 orang peserta Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan Komunitas Teritorial TNI TA. 2018 dengan tema “Melalui Komsos TNI Dengan Komunitas Teritorial, Kita Kuatkan Netralitas TNI Dalam Rangka Mendukung Susksesnya Pemilu 2019”, bertempat di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta Timur, Kamis (30/8/2018).

Lebih lanjut Waaster Panglima TNI mengatakan bahwa pelaksanaan Komsos dengan komunitas Teritorial TNI TA. 2018 bukan hanya sekedar kegiatan rutin. Tapi juga sebagai sarana komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi serta menyamakan persepsi yang terkait dengan tugas kegiatan Teritorial TNI. “Kegiatan ini dapat memberikan masukan kepada Staf Teritorial TNI sebagai pertimbangan untuk program kerja bidang Teritorial yang akan datang,” ujarnya.

Waaster Panglima TNI menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, akan berpengaruh terhadap Pertahanan Negara dan dapat menghadirkan kecenderungan terhadap perspektif kemungkinan ancaman nyata yang menjadi gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara. “Penyalahgunaan medsos, terorisme, narkoba dan kesemua lini kehidupan masyarakat menuntut kesiapsiagaan dari unsur TNI, baik di pusat sampai dengan di daerah,” katanya.



Menurut Brigjen TNI (Mar) Purnomo, masalah sosial sejak dini perlu diantisipasi dan dikoordinasikan oleh aparat komando kewilayahan dengan pejabat–pejabat terkait, sehingga berkembang menjadi gejolak sosial yang lebih luas yang dapat berdampak kepada stabilitas sistem pemerintahan. “Peran seluruh jajaran aparat kewilayahan dalam komunitas Teritorial sangat dibutuhkan stabilitas kondisi wilayah yang aman,” ungkapnya.

“Dalam melaksanakan suatu perintah dari komando atas komandan satuan harus jelas, tepat waktu dan sasaran dengan perencanaan yang maksimal apa yang harus dilakukan dengan perintah dan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada anggota yang akan melaksanakan perintah, apabila ada yang kurang jelas agar ditanyakan ulang kepada pemberi perintah,” harap Waaster Panglima TNI.

Brigjen TNI (Mar) Purnomo juga menambahkan, untuk menjawab tuntutan dan tantangan tugas TNI ke depan, Panglima TNI telah mengeluarkan leaflet tentang Netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu TA. 2019. Instruksi dalam penanganan bencana alam harus maksimal dan cepat. “Perlu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparat satuan komando kewilayahan, guna lebih meningkatkan peran serta tugas TNI dalam mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut turut memberikan pembekalan Kasubdis Ilpengtek Dislitbangad Kolonel Czi Burlian Sjafei. Dalam paparannya Kolonel Czi Burlian Sjafei  menyampaikan bahwa aparat Teritorial harus netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019. “Netralitas TNI bukan hanya pada saat Pemilu tapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Pemilu hanya bagian kecil dari netralitas,” katanya. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama