Headline

Jembatan Kali Genteng Di Pekalongan Ambruk, TNI - Polri Amankan Lokasi

PEKALONGAN (wartamerdeka.info) - Jembatan Kali Genteng yang menghubungkan Desa Bojongkoneng dan Kandangserang putus, kabupaten Pekalongan...

Kuasa Hukum Pemilik Lahan Somasi PT Cisadane Jaya Perkasa


TANGERANG (wartamerdeka.info) - Sebuah perusahaan pengolahan oli yang diduga ilegal, di Jalan Gajah Tunggal No.22, Pasir Jaya, Jati Uwung, Kota Tangerang, Banten, diminta angkat kaki dari lahan yang oleh pemiliknya tidak pernah disewakan langsung ke perusahaan tersebut.

"Lahan itu merupakan milik PT Amanda Citra Sentosa (ACS) dengan status SHGB nomor 343. Klien kami Marcel merupakan Direktur perusahaan ini," ujar Mishaal Bawazier, SH, Kuasa Hukum pemilik lahan, Rabu (31/10).

Menurut Mishaal, lahan tersebut memang disewakan Marcel, tetapi kepada temannya bernama Martin sejak 9 Mei 2010 dan baru berakhir 9 Mei 2021. "Karena Marcel menganggap Martin sahabatnya, disewakan murah, hanya Rp 10 juta per tahun. Eh tahunya Martin menyewakan lagi ke orang bernama Satria tanpa seizin Marcel, dan mendirikan pengolahan oli," jelasnya.

Bukan hanya itu, pengolahan oli yang berasa di bawah PT Cisadane Jaya Perkasa (CJP) juga membuat bangunan permanen di atas lahan tersebut. Padahal dalam perjanjian sewa dengan Martin, ia hanya diperbolehkan mendirikan bangunan semi permanen.

Pelanggaran sewa yang Martin lakukan ini terkuak setelah Marcel yang juga merupakan Direktur Utama PT Insfoil Pradanasakti (IP) akan menjual lahan tersebut. Sebab sertifikat lahan yang ditempati PT CJP dijaminkan ke Bank Mandiri bersama tiga lahan milik PT IP.

"Sementara Bank Mandiri sudah akan mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sehingga ada kemungkinan sita tanah. Pak Endi dan Bu Inge orangtua Marcel dan komisaris kedua perusahaan itu ingin empat lahan itu dijual," terangnya.

Tetapi dengan alasan masih dalam masa sewa, PT CJP tidak mau meninggalkan lokasi. Walaupun pemilik lahan berkomitmen akan mengembalikan dana sisa sewa.

"Kita sudah baik-baik akan mengembalikan sisa sewanya, tidak mau, kita pun ajak dialog. Makanya sekarang kita somasi," ungkapnya.

Kalau dalam waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik dari pemilik PT CJP, pemilik lahan akan melakukan langkah hukum. "Sudah cukup kita somasi tiga kali. Kalau tidak juga, akan kita ambil langkah tegas. Apalagi dari info yang kita dapat, pengolahan oli itu tidak mengantongi izin dari pemerintah," tegasnya. (Dar)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuasa Hukum Pemilik Lahan Somasi PT Cisadane Jaya Perkasa"

Posting Komentar