Headline

Warga Cianjur Tumpah Ruah Di Alun-Alun Rayakan Penangkapan Bupati Oleh KPK

CIANJUR (wartamerdeka.info) - Ada peristiwa unik di Cianjur,  Jum’at (14/12/2018). Dua hari setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK ter...

Tidak Terima Uang Muka, Proyek Irigasi Patandi di Piongan Torut Ditinggal Pelaksananya


TORAJA UTARA (wartamerdeka.info) - Jelang Desember 2018, pelaksanaan proyek di Toraja Utara secara umum berjalan lamban. Penyebabnya tentu bermacam-macam. Salah satu misalnya, proyek Peningkatan DI Patandi (Irigasi) di Lembang Piongan Kecamatan Denpina.

Pekerjaan paket senilai Rp1,3 M lebih ini awal mulanya memang kisruh lantaran tidak jelasnya yang menerima uang muka 30%. Sementara pelaksana di lapangan yang diberi kuasa dari Direktur CV. CItra Muda Lestari sebagai perusahaan yang memenangkan tender lalu adalah Jefri Palangiran Cs. Pekerjaan proyek ini sudah dua kali dihentikan lantaran uang muka. Berhenti pertama progresnya baru 10%, setelah itu dilanjutkan atas permintaan Kadis PUPR Torut Yorry Lesawengen.

Namun karena masih terbentur soal uang muka yang tidak jelas penerimanya, Jefri pun menghentikan pekerjaannya yang ke2 kali hingga sekarang. Pihak PUPR telah melayangkan surat teguran (ST) ke2 kepada pihak perusahaan. Sekali lagi, ST ke3 yang berarti pemutusan kontrak.

"Sudah seminggu saya hentikan lagi pekerjaan. Kalau mau putus kontrak kalau memang sesuai aturan ya putus kontrak to. Kan nanti perusahaan yang tanggung saya punya dana, tidak ada masalah," ujar Jefri via ponsel, Jumat sore kemarin (23/11).

Sikap dan tindakan Jefri menghentikan pekerjaannya ini bisa dimaklumi. Pasalnya, kata dia, dengan dana pribadinya ia punya kemampuan terbatas.

"Saya hentikan itu pekerjaan karena kendala uang muka saya belum ambil. Saya sudah tidak mau kerja kalau uang mukanya tidak saya pegang, bodoh saya itu," ungkapnya.

Menurut Jefri, pekerjaannya itu sebenarnya tinggal dilanjutkan karena material lengkap dan sudah siap di lapangan.

"Itu di atas kan lengkap material, bisa dicek. Apa yang tidak ada, ada pasir, semen dan batu. Cuma masalahnya siapa yang mau bunuh diri, mau kerja tanpa uang muka. Nah semua itu pekerjaan di atas modal pribadi saya yang saya pakai kerja selama ini," ungkap Jefri.

Sebenarnya pihak Dinas PUPR Torut bisa membantu dengan memediasi antar pihak. "Di dinas kan ada nomornya semua yang bersangkutan. Kan mereka juga bisa bantu," ketus pria enerjik ini.

Namun dia mengaku masih optimis dengan waktu yang ada untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Tapi syaratnya semua harus jelas dulu. Karena mau diputus kontrak siapa yang mau naik (maksudnya, ke lokasi) kalau tidak jelas juga pembayarannya," bebernya.

Penerima uang muka sendiri sampai sekarang belum diketahui. Masih simpang siur. "Saya tidak tahu perusahaan kasih siapa. Menurut Direkturnya Pak Raisuddin terakhir uang mukanya di Robert dan Robert juga mengaku dia yang jemput, tapi Robert kasih ke siapa kita tidak tahu, makanya sedang ditelusuri," tutur Jefri.

Robert dimaksud diduga adalah Robert Parumbuan alias Uceng. Nama ini sudah tidak asing lagi di dunia kontraktor di Toraja khususnya Torut. Teman akrabnya Andre Tandiseno.

Komisaris CV. Citra Muda LestarI, H. Raisuddin, ketika dikonfirmasi malam tadi, seolah menutup-nutupi pihak penerima uang muka proyek tersebut. Dia memberi jawaban plin plan 

"Ada teman yang namanya Ismail yang ambil cek uang muka itu hari, saya tidak tahu siapa dia kasih. Karena itu hari kan saya ke Jakarta. Jefri tahu itu siapa yang suruh kerja. Yang suruh Jefri kerja siapa, pasti ada komitmen-komitmen mereka. Awalnya Jefri yang mau datang ambil tapi tidak jadi. Makanya cuma dua orang itu kalau bukan Robert ya Andre. Ketahuanji itu uang mukanya siapa yang suruh Jefri itu kerja," ungkap Rais yang berdomisili di Jl. Sepakat, Makassar.

Sementara itu, dari kutipan rekaman pembicaraan konsultan pengawas Yan Palamba dengan Jefri, diketahui progres pekerjaan Irigasi Patandi baru mencapai antara 18%-20%.

"Kalau tidak kejar ketinggalan sampai mencapai 35% dalam waktu dekat putus kontrak. Nah bagaimana caranya 35% ya dibuktikan di lapangan bahwa material tetap didrop masuk dan tenaga kerja bertambah banyak, misalnya tenaga kemarin 8 orang kalau bisa kali 4. Kalaupun putus kontrak yang bertanggungjawab dan masuk tetap Rais sebagai direktur walaupun ada yang namanya surat kuasa," jelas Yan.

PPK Irigasi Patandi, Fery, ketika hendak dikonfirmasi via ponsel, kemarin, tidak merespon. Teleponnya tersambung dan masuk tapi tidak diangkat. Begitupun Kadis PUPR Yorry, tersambung tapi tidak diangkat. (Tom)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tidak Terima Uang Muka, Proyek Irigasi Patandi di Piongan Torut Ditinggal Pelaksananya"

Posting Komentar