Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wakapolda Banten Buka Pelatihan Pra Operasi Keselamatan Kalimaya 2019


SERANG (wartamerdeka.info) - Kapolda Banten yang diwakili wakapolda Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan didampingi Itwasda membuka‎ secara resmi Pelatihan Pra Operasi  Keselamatan Kalimaya 2019  (Simpatik) bertempat di Aula Serbaguna Polda Banten, Kamis (25/04/2019)

Polda Banten beserta seluruh jajarannya  menyelenggarakan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Operasi "keselamatan kalimaya 2019". Kegiatan ini diikuti oleh 380 personel yang terlibat dalam ops simpatik 2019.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai dari tanggal  29 April sampai dengan 12 Mei 2019 di seluruh wilayah hukum Polda Banten dalam bentuk operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif disertai penegakan hukum secara selektif prioritas.

Operasi ini akan mengedepankan tindakan  berupa pendidikan berlalu lintas  bagi masyarakat, baik dengan memberikan Penyuluhan dan Sosialisasi, memberikan teguran Humanis, maupun dengan melaksanakan kegiatan turjawali lalu lintas, untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UULAJ dengan Polantas sebagai penggerak revolusi mental dan  pelopor tertib sosial di ruang publik berusaha mewujudkan Kamseltibcarlantas,"terang Tomex

Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Dengan harapan tercipta nya perubahan Mindset berlalu lintas menjadi tertib (Revolusi Mental).

"Dengan adanya kegiatan ini dapat terciptanya Kamseltibcarlantas untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran  kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,"tutup Wakapolda. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama