Mardani H Maming: HIPMI Dukung Kebijakan Jokowi Yang Wajibkan BUMN Dan Pemda Beli Produk UMKM

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dipimpin oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (Ketum BPP) HIPMI Mardani H. Maming, di Komplek Istana Kepresidenan,  Jakarta,  Senin (11/04/2022).

“Pertemuan hari ini berdasarkan permohonan kita kepada Pak Presiden untuk minta audiensi kepada 34 pengurus provinsi HIPMI yang baru saja dilantik semasa kepengurusan saya, sehingga kawan-kawan di daerah tahu apa keinginan bapak presiden di masa jabatan saya,” ujar Mardani saat memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan dikutip dari keterangan video lewat Youtube, Senin.

“Alhamdulillah beliau menyampaikan salah satunya adalah banyaknya situasi yang tidak terduga, program-program yang beliau laksanakan yang dulunya bisa sesuai rencana tapi karena ada COVID-19 itu juga menjadi kendala,” sambungnya.

Pertemuan antara lain membahas perkembangan situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini. Presiden, ungkap Mardani, meminta HIPMI untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Setelah COVID-19 mau membaik habis itu ada lagi perang Ukraina-Rusia sehingga banyak tidak terduga.

Sehingga, lanjutnya, Presiden Jokowi menyarankan pengusaha muda HIPMI untuk selalu beradaptasi dalam situasi yang tidak terduga, yang penting pembangunan inovasi untuk anak muda harus terus jalan konsisten seperti beliau laksanakan.

“Setelah COVID-19 mau membaik, habis itu ada lagi perang Ukraina sehingga banyak (situasi) tidak terduga. Sehingga beliau (Presiden Jokowi) menyarankan kepada pengusaha muda HIPMI untuk selalu beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga.  Yang beliau sampaikan salah satunya dulu nikel hanya mengirim bahan baku sekarang kita mengirim bahan setengah jadi atau bahan baku baterai,” ungkapnya.

Selain itu, kata Mardani, Kepala Negara juga mengharapkan peran pengusaha muda HIPMI dalam agenda transformasi yang tengah dilaksanakan pemerintah, salah satunya adalah hilirisasi industri. Presiden juga meminta HIPMI untuk terus berinovasi.

“Beliau sampaikan, salah satunya, dulu nikel kita hanya mengirim bahan baku sekarang kita mengirim bahan setengah jadi atau bahan baku baterai, dan itu akan berlanjut ke mineral-mineral yang lain dan juga menyerap pekerjaan bagi masyarakat Indonesia yang harusnya disambut sama pengusaha-pengusaha muda Indonesia, khususnya di HIPMI,” ujar Mardani.

Dan itu, kata Mardani,  akan berlanjut ke mineral-mineral yang lain yang menyerap pekerjaan di masyarakat Indonesia yang seharusnya disambut oleh pengusah-pengusaha muda Indonesia khususnya di HIPMI agar bisa jalan apalagi dalam bonus demografi yang sebentara lagi di tahun 2030 akan dihadapi bangsa Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Mardani juga menyatakan bahwa HIPMI mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Salah satu yang disupport HIPMI adalah kebijakan Presiden membeli UMKM 40 persen yang diperintahkan beliau sewaktu Bali  melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Presiden menginstruksikan jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk merencanakan, mengalokasikan, dan merealisasikan paling sedikit 40 persen nilai anggaran belanja barang/jasa untuk menggunakan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi dari hasil produksi dalam negeri.

“Mudah-mudahan itu berjalan sesuai dengan keinginan beliau. Beliau tadi menyampaikan akan mengawasi setiap hari dan itu akan disambut sama pengurus-pengurus daerah maupun pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia. Apalagi pengurus-pengurus Hipmi yang UMKM dengan kebijakan beliau membeli UMKM Indonesia sebesar 40 persen sangat membantu sekali, mudah-mudahan itu berjalan sesuai dengan keinginan beliau,” tandas Mardani.

Selain itu, kata Mardani, Kepala Negara juga menyampaikan akan mengawasi setiap hari dan itu akan disambut sama pengurus-pengurus daerah dan pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia.

“Memang semua kebijakan tidak mungkin semua senang masyarakat, yang penting beliau betul-betul ingin mensejahterakan rakyat dan masyarakatnya melalui keputusannya untuk membantu UMKM – UMKM. Secara nasional beliau mewajibkan BUMN dan anggaran-anggaran daerah wajib dibeli paling tidak 40 persen,” pungkasnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama