Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Potensi Tebu di Kabupaten Rembang Dilirik Investor Jepang


Keterangan Foto: Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz 


REMBANG-
Ditemui usai acara pemberangkatan jamaah calon haji Rembang, di Rembang, Jumat (15/10/2010) pagi  Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz menerangkan saat ini ada salah satu investor dari Jepang berminat dengan potensi tebu yang ada di Rembang. Bahkan menurut rencana akan mendirikan pabrik gula berskala nasional di kota ukung timur propinsi Jawa tengah itu. .

Menurut Wabup Rembang, investor dari Jepang tersebut sudah melakukan pembicaraan awal dan hasilnya, mereka minta disediakan lahan tebu seluas kurang lebih 10.000 hektar. Namun Pemkab Rembang hanya sanggup menyediakan lahan sekitar 8.000 hektar dari permintaan itu.

Solusi untuk memenuhi kekurangannya tambah H Abdul Hafidz, akan dilakukan dengan tiga kabupaten lain yakni Blora, Tuban dan Bojonegoro. Bentuk kerja sama nanti tidak hanya sekedar menyediakan area tebu, juga meliputi infrastruktur pendukung.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Sutomo mengatakan potensi lahan tebu di kabupaten cukup besar. Namun pada tahun 2010 ini terdata luasan tanaman tebu baik rakyat maupun produsen gula tumbu hanya 7.000 hektar. Namun bila ada investor serius ingin mendirikan pabrik gula skala nasional, maka pihaknya siap mengoptimalkan lahan tidur.

Lebih lanjut disampaikan, Dintanhut akan mengajak pemilik lahan yang tidak dimanfaatkan agar menanam tebu karena hasilnya sudah ada yang menampung. Sehingga tidak perlu direpotkan dalam memasarkan. Lahan yang siap dioptimalkan bisa mencapai puluhan ribu hektar. Diperlukan intensifikasi area yang akan diajarkan oleh Badan Penyuluh Pertanian (BPP) setempat guna menyiapkan lahan. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama