Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

DPC Projo OKU Dideklarasikan, Bertekad Menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin


OKU (wartamerdeka.info) - Dewan Pimpinan Cabang DPC) Projo Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dideklarasikan, Sabtu (22/9/2018).

Acara yang berlangsung  di Aula Hotel Narata, Jln Dr Wahidin,S.Husodo Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten  OKU dan dihadiri ratusan relawan itu berlangsung meriah.

Dalam kata sambutannya Ketua DPC Projo Kabupaten OKU, Edi S.menegaskan  sikapnya untuk mendukung penuh  pasangan calon presiden - wakil presiden No-1 Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Deklarasi Tim Relawan Projo ini  untuk mendukung Pak Jokowi menjadi Presiden dua periode," ujarnya.

Pembangunan yang selama ini   dilaksanakan oleh Presiden Jokowi telah dirasakan hasilnya oleh rakyat.

"Apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi, telah sesuai harapan masyarakat Indonesia. Memenangkan Pak Jokowi berarti melanjutkan Kemenangan Rakyat,"Jelas Edi.

Sementara di tempat yang sama Ketua Panitia Deklarasi Projo OKU, Drs Gozali A Ruslan, kepada wartawan mengatakan, alasan mereka memilih Jokowi untuk menjadi Presiden kembali, karena Jokowi  terbukti tetap menerapkan cara hidup yang sederhana, meskipun telah menjadi Presiden.

Jokowi juga dinilai telah bekerja sepenuh hati untuk Negeri dan Rakyat. "Pak Jokowi juga tidak pernah melakukan  Korupsi, Kolusi, Nepotisme atau KKN, dan tidak pernah membangun dinasti politik serta dinasti ekonomi," pungkasnya.(Maret)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama