Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua Persit Kodim 0501 Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Tanggulangi Stunting Anak


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XV Kodim 0501/JP BS, Ifit Qaltia, S.I.P, M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggulangi stunting pada anak. Sehingga generasi penerus bangsa bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas.

Hal tersebut diungkapkan eh Ifit usai menghadiri Kampanye Nasional Pencegahan Stunting, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan Staf Kepresidenan RI, di Cawan Barat Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

"Selain pertumbuhan yang terhambat, stunting juga berkaitan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal. Itu menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk," ujarnya.

Menurutnya, masa depan anak bangsa terancam oleh Stunting. "Maka mari kita saling berpegangan tangan melakukan aksi nyata untuk mencegah dan menanggulangi stunting agar anak kita bisa tumbuh sehat dan berprestasi," pesannya.


Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya memperhatikan gizi  keluarga untuk menjaga ketahanan nasional. Pengawasan mengenai pentingnya gizi, menurutnya, harus dimulai dari keluarga.

"Kekuatan dan Kemajuan sebuah bangsa ditentukan sumber daya manusianya. Jika kita bicara tentang ketahanan nasional, itu dimulai dari keluarga," paparnya.

Kegiatan ini melibatkan 2500 peserta dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek.SpM (K), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun.(badar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama