Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tiga Staf Ahli Menteri Bergabung ke Media Online Indonesia


JAKARTA (wartamerdeka.info) -
Tiga staf ahli Kabinet Kerja Jokowi menyatakan siap bergabung dan  menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Media Online Indonesia.

Mereka, yakni DR Indra Fahrizal, staf khusus Menteri Koordinator Politik, Keamanan dan Hukum (Menko Polhukam) Bidang  Hukum, Prof Sri Yunanto, Staf khusus Menko Polhukam Bidang Anti Teroris, Prof Dr Henri Subiakto SH MH, Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan  Informasi (Kominfo).

"Ini merupakan kebanggaan bagi Media Online Indonesia karena para pengurusnya para pakar dengan gelar Doktor," jelas Rudi Sembiring  Ketua Dewan Pendiri Media Online Indonesia seusai melakukan audiensi ke Kominfo, kemarin.

Mantan aktivis buruh ini menceritakan audiensinnya bertemu dengan prof Dr Henri Subiakto sekitar pukul 09.09 WIB tadi.

"Beliau pakar dari UU ITE dan pemakarsa lahirnya ITE di dunia maya," jelas Rudi, didampingi, Edy Prabowo.

Saking apresiasinya, lanjut "halak" Batak Karo ini, Prof Dr Henri meminta anggota Media Online Indonesia tak hanya sebatas media online, juga media sosial dan e-commerce.

"Masa depan itu ada di media online," tandas Rudi mengutip pandangan Prof Dr Henry. Dia juga menjanjikan Media Online Indonesia menjadi konsituen Dewan Pers.

"Kata prof Henri Media Online Indonesia sangat bagus mewadahi media online, sehingga perlu diperjuangkan masuk ke Dewan Pers," tambah Rudi, menyebut syarat Dewan Pers memiliki 15 DPW dan 200 perusahaan media online.

"Syarat itu Insya Allah terpenuhi," ujar Rudi saat audiensi dengan anggota Dewan Pers, Henry CH Bangun beberapa waktu lalu.
Sementara dengan dua staf khusus Menko Polhukam kerja sama akan dilakukan dalam penanggungan teroris lewat jurnalistik.

"Jadi, bagi DR Sri, Media online Indonesia, punya andil menanggulangi teroris, termasuk menjaga NKRI dan kebhinekaan," jelas Rudi, menyebut kerja sama ini akan dilakukan setelah Munas pertama di hotel Grand Cempaka 27-28 September besok, yang rencananya dihadiri Menkominfo Rudiantara.

Rudi menyebut kerjasama ini akan berlangsung di setiap provinsi. "Kita ingin berbeda dengan terdahulu," jelas Rudi mengakhiri obrolan di Sekretariat Munas,  Thamrin City tower Jakarta Pusat. (Rel/Lian)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama