Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima Kogasgabpad Ajak Aktifkan Kembali Kegiatan Sekolah


LOMBOK (wartamerdeka.info) - Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Mayjen TNI Tri Suwandono mengajak seluruh warga  terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah agar menyiapkan anak-anaknya kembali belajar ke sekolah.

Menurut Panglima Kogasgabpad sarana dan prasarana pendidikan harus segera diperbaiki agar anak-anak kembali dapat mengikuti proses belajar mengajar karena pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi anak-anak demi masa depannya. “Janganlah kita terlalu larut dalam kesedihan, mari kita ajak anak-anak kita kembali bersekolah agar mereka dapat berinteraksi dengan teman-temannya seperti sedia kala,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Mayjen TNI Tri Suwandono, gempa bumi dan tsunami mengakibatkan  banyak sarana dan prasarana pendidikan di kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi banyak mengalami kerusakan dan ditambah lagi dengan rasa trauma yang dialami murid-murid sehingga membuat kegiatan belajar mengajar terhenti.

“Untuk membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Kogasgabpad melakukan pembersihan dan perbaikan di SDN Langaleso, Desa Langaleso Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi,” kata Panglima Kogasgabpad.


Adapun kegiatan pembersihan sekolah tersebut, dilakukan dengan mengeluarkan lumpur dan material bangunan akibat luapan tsunami dan gempa bumi serta melaksanakan pengecatan kembali dinding sekolah yang sebelumnya seluruh ruangan sekolah dipenuhi lumpur, tanah dan sampah. (AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama