Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TNI Lakukan Pembongkaran dan Pembersihan Rumah Warga di Lombok Timur


LOMBOK (wartamerdeka.info) - Puluhan Prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpàdu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Sektor-3 wilayah Kabupaten Lombok Timur, masih terus membantu melakukan pembongkaran dan pembersihan rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana gempa tektonik berkekuatan 7.0 skala richter, pada Minggu, 5 Agustus 2018 lalu.

Prajurit TNI Kogasgabpad bersama warga masyarakat saling bahu membahu membongkar dan membersihkan sisa puing rumah warga atas nama Bapak Alimudin (60 th) dan Bapak Salmah (67 th) di Desa Kertasari, Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (21/10/2018).

Menurut Danramil 1615-08/Labuan Haji Lettu Inf Daeng Agil, sesuai dengan tugas pokok Kogasgabpad, ia bersama anggota Kogasgabpad saat ini masih fokus membantu warga yang terdampak gempa beberapa waktu yang lalu, khususnya merobohkan dan membersihkan puing-puing sisa bangunan sekaligus hingga siap dibangun kembali rumah di lokasi yang sama.

“Insya Allah kegiatan ini diberikan kelancaran dan kemudahan, sehingga masyarakat bisa cepat  membangun rumahnya kembali sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” katanya.(AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama