TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala Bakamla RI Temui Lima Pimpinan KPK


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. melakukan pertemuan dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav.4, Jakarta Selatan, Kamis (17/01/2019).
 
Pertemuan ini membicarakan rencana pembangunan postur Bakamla RI sebagai Indonesian Coast Guard seperti yang ada di negara-negara maju. Idealnya, instansi coast guard memiliki tiga kewenangan khusus, yakni penjaga keselamatan laut (maritime safety), penjaga kemanan laut (maritime security), dan fungsi sebagai Komponen Cadangan (Komcad) pertahanan dalam aspek maritim (maritime defence). 

Hal itu disampaikan Laksdya Taufiq di hadapan Ketua KPK Agus Raharjo, yang juga didampingi jajaran Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, Laode Muhammad Syarif, serta jajaran Deputi di lingkungan lembaga anti rasuah tersebut.
 
Lebih lanjut, Laksdya Taufiq menyampaikan untuk mencapai cita-cita membentuk Indonesian Coast Guard diperlukan pembangunan arsitektur Komando dan Pengendalian (Kodal) yang baik. Terlebih lagi yang dapat menyatukan semua komponen negara, khususnya di bidang kemaritiman. Semua upaya ini dilakukan untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah dan yurisdiksi nasional sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing instansi. 
 
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R (kiri) bersama Ketua KPK Agus Raharjo
Dalam pembicaraan yang berlangsung hangat itu, Laksdya Taufiq juga menyampaikan situasi  keamanan laut di wilayah Indonesia, serta perkembangan situasi perairan kawasan regional dan internasional. Tak luput dari perhatian, skenario ancaman kemanan laut di masa mendatang yang dihadapi oleh Bakamla, juga turut disampaikan. Kendala dan capaian Bakamla sampai dengan saat ini juga menjadi pembahasan yang menarik selama pertemuan berlangsung.
 
Menanggapi hal tersebut Ketua KPK Agus Raharjo menyambut baik dan sangat antusias dengan penjelasan yang diberikan oleh Laksdya Taufiq. Ditambahkan pula tanggapan positif yang diberikan oleh Wakil KPK Saut Situmorang. Saut bahkan mengusulkan untuk mengawal road map pembangunan organisasi Bakamla menuju Indonesian Coast Guard.
 
Sebelum meninggalkan Gedung Merah Putih, Laksdya Taufiq menyambut baik sapaan wartawan yang telah lama menunggu di beranda depan, dengan menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan para awak media itu seputar hasil kunjungannya.
 
Menjawab pertanyaan wartawan tentang maksud kunjungannya,  pucuk pemimpin Bakamla tersebut mengatakan bahwa kunjungannya merupakan langkah pengenalan yang dilakukannya sebagai pejabat baru.
 
"Saya ini kan pejabat baru, jadi ya harus ketemu dengan semua pejabat di negara ini, termasuk KPK", ucapnya.
 
Diketahui, sejauh ini Laksdya Taufiq sudah berkunjung ke Panglima TNI, Kapolri, dan beberapa Menteri.
 
Jajaran Pejabat Bakamla yang turut hadir dalam pertemuan ini yaitu Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Laksda Bakamla Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H., Inspektur Bakamla Laksma Bakamla Drs. Sarono, M.H., Direktur Hukum Laksma Bakamla Eddy Rate Muis, S.H., M.H., Direktur Kerja Sama Laksma Bakamla Dade Ruskandar, S.H., M.H., Direktur Kebijakan Laksma Bakamla I.G.N.A. Endrawan, S.H., M.H., dan Kasubbag TU Kepala Bakamla Letkol Bakamla Ridwansyah.(Sumber: Humas Bakamla RI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama