Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Brimob Polda Banten Kawal Dan Jaga Ketat Gudang Logistik Pemilu 2019


LEBAK (wartamerdeka.info) - Anggota Satbrimob Polda Banten dan BKO Polres Lebak jaga ketat gudang penyimpanan logistik KPU di Kabupaten Lebak. Hal ini untuk menjamin bahwa rekapitulasi hasil Pemilu 2019 berlangsung aman.

Kapolda Banten Irjend Pol Tomsi Tohir melalui Dansat Brimob Polda Banten Kombes Reeza Herasbudi, Jumat (26/4/2019), mengatakan penjagaan ini dilakukan untuk keamanan penyimpan logistik Pemilu 2019 yang sudah selesai tahap rekapitulasi dari masing-masing PPK Kecamatan dan akan segera dikirm ke gudang Kabupaten Lebak.

“Penjagaan gudang logistik pemilu 2019, merupakan bagian dari pengamanan yang harus dilakukan oleh Polri baik sebelum maupun sesudah proses pemilu 2019,” kata Dansat Brimob Polda Banten Kombes Reeza Herasbudi.

Dijelaskan Reeza sejauh ini situasi kamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Lebak berjalan aman dan kondusif baik sebelum maupun pasca Pemilu 2019.

“Keadaan ini diharapkan dapat terus terpelihara dengan baik dipertahankan masyarakat Lebak sampai nanti KPU mengumumkan secara resmi hasil akhir Pemilu 2019,” jelasnya.

“Penjagaan dilakukan 24 jam penuh oleh petugas Kepolisian dan unsur terkait, melakukan pengamanan di gudang KPU tetap waspada juga menjaga kesehatan,” imbuhnya.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama