Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala Kemenag Serukan ASN Dan Masyarakat Purwakarta Tolak Ajakan People Power


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info) -Beredarnya ajakan People Power untuk menolak hasil Rekapitulasi Penghitungan suara Nasional Pilpres 2019 yang saat ini masih berlangsung Di KPU RI membuat para tokoh Masyarakat Alim Ulama menyerukan kepada masyarakat agar lebih bijak dan Arif dalam menyikapi persoalaan ini agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat yang lebih luas dan akan merugikan pada semua pihak.

Oleh karena itu penolakan atas aksi People Power terus bermunculan tak terkecuali dari  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Drs H Tedi Ahmad Junaedi M.Si. sebagai institusi Negara yang menangani masalah Keagamaan

"Kami menyerukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan Kemenag Purwakarta, dan umumnya kepada seluruh masyarakat Purwakarta untuk menolak ajakan People Power," ujarnya kepada awak media, Kamis (16/5).

Dijelaskannya, semua pihak harus bersyukur hingga saat masih diberikan umur panjang sehingga bisa melaksanakan ibadah shaum pada Ramadhan tahun ini. "Mudah-mudahan shaum kita diterima Allah SWT," ujarnya.
Lebih jauh Tedi mengajak , semua pihak harus bersyukur bahwa masyarakat Indonesia telah melaksanakan Pesta Demokrasi yang sangat luar biasa dengan jujur, adil, serta aman.

"Alhamdulillah sampai hari ini pun, khususnya di Purwakarta, dan umumnya di seluruh wilayah Indonesia, tidak terjadi gejolak apa-apa," kata Tadi.

Oleh karena itu lanjut Tedi, ketika ada ajakan untuk melakukan aksi People Power seyogyanya semua pihak untuk menolaknya.

"Mari kita percayakan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umun (KPU) untuk melaksanakan sidang pleno hasil rekapitulasi atau penghitungan suara yang akan di umumkan pada 22 Mei 2019 mendatang," pungkas Tedi. (A Budiman).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama