Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PBNU Minta Warga NU Tak Datang Ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini
JAKARTA (wartamerdeka info) - Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) mibta warga NU untuk tidak mengikuti aksi 22 Mei 2019 di Jakarta, dan menyarankan agar warga NU memperbanyak kegiatan keagamaan ketimbang ikut aksi.

"Warga NU tidak perlu datang ke Jakarta untuk melakukan aksi. Lebih baik kesempatan di bulan Ramadhan digunakan untuk perbanyak wirid dan menyemarakkan bulan suci dengan mengadakan berbagai kegiatan keagamaan dan pengajian," kata Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya, Senin (20/5/2019).

Helmy mengatakan apapun hasil penghitungan KPU harus dihormati dan dihargai. Dia pun mengajak semua pihak untuk menjadi warga negara yang baik dengan mematuhi keputusan dan menghargai proses pemilu yang sudah berlangsung.

"Bagi pihak-pihak yang merasa berkeberatan dengan hasil KPU, bisa menempuh jalur konstitusi melalui MK," ujarnya.

Helmy juga mengimbau semua pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Selain itu, menurutnya, persatuan juga perlu dijaga sebagai amanat agama dan para pendiri bangsa.

"Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, aman dan juga tertib. Mari terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai bagian dari menjaga amanat agama dan juga pendiri bangsa (founding fathers) kita," pungkas Helmy.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama