// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Pemerintah Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas soal percepatan pembangunan di Jawa Tengah, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (9/7) siang. (Foto: AGUNG/Humas)
BOGOR (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki kesempatan besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Untuk itu, Pemerintah Pusat ingin memberikan back-up, bantuan yang diperlukan agar percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah betul-betul riil, terutama di sektor industri.

“Terutama yang akan kita dorong adalah yang berorientasi ekspor maupun yang kedua bidang pariwisata,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (9/7) siang.

Presiden menilai, di dua hal itu, industri dan pariwisata, Jawa Tengah memiliki potensi. Karena itu, lanjut Kepala Negara, nantinya menteri akan memberikan dukungannya apabila memang diperlukan. Dengan demikian, Presiden berharap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah akan menjadi lebih baik, dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BEKRAF Triawan Munaf, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama