Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemerintah Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas soal percepatan pembangunan di Jawa Tengah, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (9/7) siang. (Foto: AGUNG/Humas)
BOGOR (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki kesempatan besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Untuk itu, Pemerintah Pusat ingin memberikan back-up, bantuan yang diperlukan agar percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah betul-betul riil, terutama di sektor industri.

“Terutama yang akan kita dorong adalah yang berorientasi ekspor maupun yang kedua bidang pariwisata,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (9/7) siang.

Presiden menilai, di dua hal itu, industri dan pariwisata, Jawa Tengah memiliki potensi. Karena itu, lanjut Kepala Negara, nantinya menteri akan memberikan dukungannya apabila memang diperlukan. Dengan demikian, Presiden berharap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah akan menjadi lebih baik, dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BEKRAF Triawan Munaf, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama