Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dispusipda Purwakarta Luncurkan Program Unik: Maranggi


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info)  - Nama nama singkatan unik dari kuliner khas purwakarta dipakai Dispusipda untuk meluncurkan program minat baca masyarakat dan meningkatkan literasi seperti waktu lalu telah diluncurkan program 'Maranggi' (maca rame rame ngangge digital) , Kali ini Dispusipda meluncurkan 2 program unik lainnya. Yaitu Layanan Simping (sumber informasi melalui layanan perpustakaan keliling) dan juga Layanan Getuk Lindri (gerakan literasi mandiri).

Seperti yang dikatakan Kepala Dispusipda Mohamad Ramdhan kepada Awak media di Kantor pelayanan Digital, Senin (24/02/2020), layanan simping merupakan layanan perpustakaan yang perannya untuk menjangkau komunitas baca yang ada ditengah masyarakat, Layanan simping menggunakan mobil perpustakaan keliling, dalam rangka mendukung salah satu program perpustakaan, untuk meningkatkan minat baca sejak dini," Ujar Mohamad Ramdhan

M.Ramdhan juga menjelaskan, tujuan dibuatnya program 'simping' ini yakni untuk menjangkau masyarakat yang wilayahnya jauh dari kantor Perpustakaan Daerah serta menjangkau wilayah - wilayah komunitas masyarakat, Desa dan Sekolah agar menghadirkan buku dan ilmu lebih dekat," jelasnya.

Selain simping, kadis yang akrab disapa Abah Dadan ini mengatakan bahwa masih ada layanan lainnya, yakni layanan Getuk Lindri yang ini merupakan kegiatan layanan pembinaan dan bantuan secara mandiri.

"Getuk Lindri itu bagian dari pembuatan sudut baca atau pojok baca, baik di instansi pemerintah maupun swasta, lembaga pendidikan, desa/kelurahan, dan lainnya," Ucap Abah Dadan.

Ia menambahkan, jika ingin membuka pojok baca, syaratnya sangat mudah.

"Tidak ada syarat khusus. Tinggal ajukan permohonan, lalu kirim ke kantor perpustakaan daerah," Pungkas Kadispusipda.(A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama