Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemerintah Tak Boleh Kalah Dalam Memberantas COVID-19


Oleh: Asdar Akbar
(Koordinator FOSSNA Sulawesi Selatan)

Belum saatnya kebijakan LockDown diberlakukan di Indonesia. Walau banyak pihak yang menginginkan, namun bagi kami LockDown bisa menjadi JEBAKAN POLITIK bagi Presiden Joko Widodo.

Saat ini, upaya keras terus dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menangani Covid 19. Tentu semua harus terkordinasi. Tak boleh ada kebijakan sendiri2. Semua harus jelas, terukur dan akuntabel.

Pemerintah harus tegas dan terbuka. Pemerintah tak boleh kalah dalam menangani Covid 19. Ketegasan itu penting guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Himbauan untuk diam di rumah dan jaga jarak, serta pembatasan beraktifitas sudah tepat. Sekali lagi, kebijakan LookDown belum tepat dilakukan sebagai solusi dalam penanganan Covid-19.

Kami menilai Gugus yang dibentuk dari pusat hingga ke daerah lumayan efektif tanpa harus LockDown.

Yang harus dilakukan pemerintah pusat dan daerah adalah memperkuat GUGUS sebagai  Garda terdepan penanganan virus Corona. Mulai dari tersedianya anggaran, tersedianya fasilitas, tersedianya Gizi, ruang lingkup kerja diperluas, serta rekruitmen personil harus tepat.

Covid-19 adalah 'HANTU". maka yang harus disiapkan AHLI ANTI VIRUS, AHLI Penyakit Menular, Ahli Kesehatan Masyarakat, serta melibatkan TNI POLRI.

Mengapa harus jaga jarak karena jecorobahan satu orang akan membahayakan banyak orang.
Tak perlu lagi SENGKETA DEBAT. Saatnya bergerak bersama gotong royong sampai ditingkat Lingkungan, Dusun, RT RW dengan mengikuti Komando pemimpin tertinggi di masing-masing Daerah/Wilayah.

Sebagai ummat beragama, tentu kita harus bersabar akan cobaan Allah SWT sembari berusaha keras menjaga diri dan mendengarkan semua apa yang menjadi HIMBAUAN PEMERINTAH.

Kitapun tak boleh putus harapan. Pemerintah Tak Boleh Kalah. Pemerintah harus hadir. Kitapun harus semangat tentunya, dan selalu berdoa Semoga kita semua berada dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Virus Corona (Covid-19) cepat berlalu.
Amin YA RABBAL ALAMIN...

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama