Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dengan Alasan Keamanan, WHO Hentikan Klorokuin Sebagai Pengobatan Covid-19

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 
JENEWA (wartamerdeka.info) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk menghentikan tes uji klorokuin (hydroxychloriquine) sebagai pengobatan potensial terhadap pasien corona (Covid-19) karena alasan keamanan.

Hydroxychloroquine selama ini dikenal sebagai obat anti-malaria yang digunakan untuk mengendalikan penyakit autoimun seperti radang sendi dan lupus.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi virtual di Jenewa, Senin (25/5/2020) mengatakan, uji coba penggunaan klorokuin sebagai pengobatan virus corona telah dimulai sekitar dua bulan lalu.

Namun, temuan awal menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi di antara pasien Covid-19 yang menerima pengobatan dengan menggunakan hydroxychloroquine dan chloroquine.

"Sekarang, akan ada jeda untuk percobaan penggunaan obat tersebut. Sementara, data keamanan akan ditinjau untuk mengevaluasi manfaat dan bahaya potensial dari obat itu," kata Tedros.

Klorokuin dalam dua bulan terakhir telah dilihat sebagai pengobatan potensial untuk mengatasi pandemi virus corona.  Bahkan, Presiden Amerika Serikat (AS),  Donald Trump, mengakui menggunakan obat tersebut setiap hari.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama