Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dwi Cahyono Putra Asli Papua Bernama Jawa Lulus Seleksi TNI AD


MERAUKE (wartamerdeka.info) -Dwi Cahyono, salah satu pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, diumumkan lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke.

Pada Sidang Parade Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier, salah satu Calon Prajurit Tamtama PK membuat Danrem174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bangun Nawoko merasa bangga dan terkejut ada putra Papua tapi namanya Jawa. Selain itu, Dwi Cahyono juga pandai berbicara dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Dwi Cahyono putra asli Papua dengan nama Jawa merupakan anak yatim yang diasuh oleh pasangan Mardi Santoso dengan Ibu Parinten sejak umur tiga hari hingga sampai saat ini lulus seleksi menjadi Calon Prajurit TNI AD. Dwi Cahyono dilahirkan dari pasangan Agustinus Hemi Kumuda dan Yulita Pari Ku Muda (Suku Auyu).

Menurut Mardi Santoso, Selasa (26/5/2020), Dwi Cahyono memang bercita-cita menjadi tentara sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Setelah tamat SMK, Dwi Cahyono mendaftar masuk tentara di Koramil dan selanjutnya dibina oleh Koramil 1707-07/Keppi. “Pada kesempatan pertama, dia sempat mengalami kegagalan di penerimaan Tamtama PK Gelombang II sumber pedalaman tahun 2019 karena terkendala oleh alokasi,” ucapnya.

Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan Dwi Cahyono untuk menjadi tentara. “Pada awal tahun 2020, anak saya ini kembali mendaftarkan di Koramil. Syukur Alhamdulillah, saya mendengar kabar bahwa anak saya lulus dan akan menjadi tentara,” ungkap Mardi Santoso.

Sementara itu, Sertu Roil anggota perwakilan Koramil 1707-07/Keppi selaku Pembina sehari-hari menyampaikan bahwa selama di Merauke, anak-anak yang berasal dari Mappi semuanya ditampung di rumahnya dan melakukan pembinaan latihan fisik maupun psikologi di Kodim 1707/Merauke. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama