Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hadapi Situasi Perang, Satgasrat Brigif R-9 Libatkan Masyarakat Latihan Pengungsian


MARTAPURA (wartamerdeka.info) - Detasemen Teritorial Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad melaksanakan latihan pengendalian penduduk dan pengungsian dengan melibatkan sekitar 200 orang warga di sekitar wilayah Kec. Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel, Senin (23/11/2020), sebagai salah satu upaya melatih kewaspadaan masyarakat saat dihadapkan pada situasi peperangan.

Diskenariokan telah terjadi dua ledakan oleh musuh di pemukiman penduduk, dimana salah satunya menggunakan zat kimia berbahaya. Satgasrat Brigif R-9 kemudian mengerahkan Tim Penjinak Bahan Peledak  (Jihandak) dari Kompi Zeni Tempur (Zipur) untuk mengatasi ledakan.

Secara bersamaan, Satgas Teritorial melakukan pengendalian situasi dengan mengumpulkan dan mengevakuasi penduduk dengan kendaraan dari lokasi ledakan menuju titik pemisahan.

Setelah sampai di titik pemisahan, Satgas Teritorial melakukan pendataan untuk memisahkan penduduk yang mau diungsikan secara sukarela (pro) dan penduduk yang tidak mau diungsikan (kontra). Selanjutnya, penduduk yang pro akan dibawa ke tempat pengungsian khusus untuk mendapatkan pelayanan, baik makanan maupun kesehatan.

Selain itu, di tempat pengungsian tersebut, Satgas Teritorial menggelar penyuluhan-penyuluhan, antara lain penyuluhan tentang kesehatan dari pihak Dinas Kesehatan setempat dan penyuluhan  hukum serta wawasan kebangsaan atau bela negara oleh Tim Hukum Satgasrat Brigif R-9 Kostrad.

“Latihan ini merupakan sarana untuk menguji kesiapan aparat teritorial untuk bertindak bilamana wilayahnya terkena dampak akibat perang sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat apabila terjadi peperangan,” pungkas Mayor Inf Supriyanto, Danden Teritorial Kodim Satgastrat Brigif R-9/DY Kostrad.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama