TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kabaharkam Komjen Arief Sulistyanto: PPKM Skala Mikro Akan Diterapkan Di Seluruh Indonesia, Mohon Dukungannya

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam)  Polri Komisaris Jenderal (Pol) Arief Sulistyanto mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro akan diterapkan di seluruh Indonesia.

Saat ini, katanya, PPKM Mikro yang dilakukan secara bertahap telah diterapkan di 30 provinsi.

 "Rencananya dilakukan di seluruh Indonesia, kami mohon dukungannya," kata Arief saat pengecekan PPKM Mikro di Kampung Tangguh Teratai, Kota Pontianak, Rabu (26/5/2021). 

Dia menyebut program tersebut akan membuat masyarakat bisa terhindar dari virus corona. Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas isolasi mandiri, termasuk ambulans dan fasilitas lainnya. 

"Selain itu ada hal terpenting yakni bagaimana mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat, karena itu yang paling penting," tegas Arief. 

Pada kesempatan itu dia mengingatkan masyarakat yang telah divaksinasi pun harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. 

 "Termasuk rekan-rekan media dan pekerja lapangan juga harus berhati-hati. Suarakan pesan-pesan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik," kata Arief.

Menurut Arief, PPKM mikro dinilai sangat efektif menjaga masyarakat dari bahaya Covid-19 jika dikelola dengan baik.(Ulis)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama