Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Di Lamongan, Ijazah Siswa Masih Ada Yang Ditahan

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Penahanan ijazah siswa yang telah merampungkan pendidikannya, terutama di sekolah menengah pertama (SMP) ternyata masih ada. 

Di sejumlah SMP Negeri penahanan ijazah siswa oleh sekolahan masih terus berlanjut dengan alasan masalah administrasi belum selesai. Termasuk, pada saat menjelang pelaksanaan ulangan (ujian) kerap siswa ditakut takuti jika tidak mampu menyelesaikan kekurangan administrasi tidak diperbolehkan mengikuti ulangan. 

Dari informasi walimurid yang sampai di media ini menyebut jika penahanan ijazah di sejumlah SMP Negeri bukan hal baru. Meski jelas jelas tindakan sekolah yang melakukan penahanan ijazah sangat tidak dibenarkan. Bagaimanapun ijazah adalah hak siswa, kalaupun dengan alasan belum melunasi SPP, toh untuk sekolah negeri tidak ada SPP. 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menyebut jika tindakan sekolah melakukan penahanan siswa jelas jelas itu bukan instruksi dari dinas pendidikan. "Penahanan ijazah jelas tidak boleh," Ujar Munif Syarif. Dari penelusuran media ini, dipastikan masih ada sekolah yang menahan ijazah siswa. 

"Ini bukan kira kira, tapi masih ada sekolahan yang ijazah siswa di tahan pihak sekolahan, alasannya siswa belum menyelesaikan tanggungan administrasi, " ujar salah seorang walimurid, yang juga enggan menyebut sekolahan yang dimaksud. 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif 

Ketua PGRI Lamongan, Adi Suwito saat masih menjabat kepala dinas pendidikan geram dengan perlakuan sekolahan yang masih memberlakukan penahanan ijazah siswa hanya karena masalah administrasi. 

"Dinas pendidikan melarang sekolahan menahan ijazah siswa. Ijazah adalah hak siswa, kalau sudah selesai merampungkan masa pendidikannya, iya berikan, " kata Adi Suwito saat masih menjabat kadindik Lamongan. 

Salah seorang kepala sekolah SMPN di Lamongan, Yusril menyebut pihaknya tidak pernah menahan ijazah siswa. 

"Di SMPN Sekaran 1, tidak pernah menahan ijazah siswa, kalau siswa sudah waktu menerima ijazah ya kita berikan, " Kata Yusro seraya menyebut kalau ternyata masih ada sekolahan yang menerapkan kebijakan menahan ijazah siswa, "lha itu saya tidak tahu, yang jelas di sekolah kami, tidak ada itu," ungkapnya. (Mas)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...