TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bupati Barru Suardi Saleh Hadiri Temu Bina Di Batulappa

BARRU (wartamerdeka.info) - Petani, Akademisi, Pemerhati Petani dan Pengusaha bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam WA Grup Mari Bertani untuk Barru inisiasi acara Temu Bina Tani Se-Kabupaten Barru.

Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si menghadiri langsung kegiatan ini, dalam mendukung peningkatan produksi di Kabupaten Barru di Kediaman Tokoh Petani Barru, Alyas di Batulappa Desa Tompo Kec. Barru, Sabtu (19/3/2022).

Pertemuan yang digagas oleh lintas elemen pelaku dan pemerhati pertanian ini bertujuan untuk mendalami konsep peningkatan produksi hasil pertanian sekaligus mengkaji solusi masalah petani terkini, disamping menggagas upaya modal usaha bagi petani.

Dalam arahannya, Bupati Suardi Saleh, atas nama Pemerintah Kabupaten Barru menyampaikan terima kasih dengan adanya pertemuan ini yang diinisiasi oleh para petani dengan tema "Jumpa Tani dalam Rangka Gerakan Peningkatan Pendapatan Empat Kali Lipat dengan Teknologi Padi Non Kimia (full Organik).

"Dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian di Kabupaten Barru terus kami dorong dengan berbagai terobosan dan inovasi dalam rangka peningkatan produktivitas, kualitas dan kontinuitas produksi pertanian," sebut Bupati Barru yang juga anak petani ini.

Dirinya mengurai upaya Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian yang telah menyediakan sarana dan prasarana berupa benih unggul, dam parit, embung, hand traktor, cultivator, cobine Harvester dll.

"Petani itu pahlawan, kalau petani tidak bekerja, kita tidak bisa apa-apa, hanya di Kabuapaten Barru ada keterbatasan lahan dibandingkan daerah lain seperti Pinrang, namun demikian kita terus dorong berbagai inovasi salah satunya luas tanbah tanam, agar produksi tetap meningkat," ujarnya.

Dirinya bersyukur beberapa tahun terakhir Pemerintah Pusat banyak salurkan bantuan yg masuk di Barru, bahkan Tahun 2022 ini Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk mendukung pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat Kecamatan (Konstratani), sebagai wadah dan pusat informasi terutama teknologi, pasar dan pengolahan.

Pertemuan ini menjadi istimewa dengan dihadiri pakar pertanian yang merupakan guru besar Universitas Hasanuddin yang juga putra Barru diantaranya Prof. Dr. Ir. Idris, M. Agr, dan Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc, yang hadir atas Insiator Pemrakarsa yakni Prof. Dr. Ir. Djuanda D, MS.

Pemaparan guru besar ini masing-masing menyampaikan materi Prof. Idris, (Konsep dasar kemajuan pertanian dari sudut pandang ekonomi), Prof. Yunus Musa (Edukasi bagaimana petani yang benar dan meningkatkan produksi panen), Prof. Djuanda D (Teknik Budidaya padi Organik).

Terlihat, Kadis Pertanian Ir. Ahmad bersama moderator H. Hasbullah Iskandar, SKM, M.Kes serta segenap pelaku dan pemerhati pertanian berbaur berbagi ilmu dan silaturahmi dengan suguhan hidangan khas Bugis oleh tuan rumah  semisal tuak manis.

(Humas /Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama