Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ditelantarkan Keluarga, Nenek Maryamah Hidup Sebangkara Di Kolom Rumah

BARRU (wartamerdeka.info) -   Ibu Maryamah (65), nenek yang diterlantarkan keluarganya kini hidup sebatangkara di bawah kolom rumah di kampung Ralla, Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Mirisnya, dalam kondisi sakit lumpuh (tulang kropos)  tak ada keluarga yang mengurus. Ia ditelantarkan oleh anaknya dan kini Maryamah hanya numpang tinggal di kolong rumah tetangga.

Menurut informasi, selama sebulan terakhir nenek Maryamah hanya mendapat perhatian oleh lembaga sosial Indahnya Berbagi Sesama (IBS) di Kabupaten Barru.

Pengurus IBS rutin membawa nenek Maryamah berobat ke RSUD Barru.  

Bahkan, sebelumnya sempat dirawat disalah satu RS Makassar namun penanganan dihentikan di sana. Sebab tak satupun keluarga yang siap untuk menjaganya.

"Nenek Maryamah ini orang asli Pangkep. Suaminya yang orang Barru tapi sudah lama meninggal. Keluarganya sudah tidak ada yang mengurus," kata Ketua IBS, Kamaruddin saat dikonfirmasi, Rabu (11/1/2023).

Dua tahun lalu, katanya,  Maryamah sempat ke Papua ikut sama anak laki-lakinya. Tapi karena sakit saat itu ia dibawa ke Makassar dan langsung ke rumah sakit Wahidin berobat.

"Kami yang fasilitasi waktu itu atas permintaan anaknya. Tapi tidak lama anaknya balik ke Papua meninggalkan neneknya yang masih butuh perawatan di Wahidin," ujar Kamaruddin.

Makanya, lanjut dia,  nenek Maryamah kami bawa ke Barru saja untuk perawatannya. Karena di RS Wahidin tidak ada keluarga yang menjaga, kami juga tak bisa jaga 24 jam di sana,

Kamaruddin berharap, pemerintah terkait bisa memberi perhatian khusus. Sejauh ini menurut ketua IBS nenek Maryamah belum tersentuh bantuan Pemda.

"Kami sudah laporkan ke pemerintah setempat. Termasuk ke BAZNAS. Dengan harapan semoga ada perhatian khusus dan bantuan yang berikan untuk nenek Maryamah," tuturnya.

(Akbar/Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama