Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Menanggapi Berita Yang Simpang Siur Terkait Studi Tour Ke UGM Dan Udayana, Begini Penjelasan Wakasek Kesiswaan SMA Negri 1 Purwakarta

Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Purwakarta Lilis Yani Spd.Mpd 

PURWAKARTA (wartamerdeka.info) - Rencana Studi Tour yang digagas Satu Angkatan Kelas XII SMA Negeri 1 Purwakarta untuk mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dan UDAYANA sudah dirancang sejak jauh jauh hari sebelum pembagian Raport Smester Pertama


Dalam proses persiapan kunjungan ke Perguruan Tinggi tersebut para Siswa satu angkatan Kelas XII membentuk kepanitiaan sehingga nanti dalam pelaksanaan Studi Tour segala susuatu  dalam pengelolaannya dari Siswa oleh Siswa, Sekolah hanya mengawasi, membingbing dan mendampingi.


Panitia satu angkatan yang terbentuk memberikan sosialisasi kepada Orang tua saat pembagian raport, termasuk pemberitahuan kepada Sekolah dengan mengirimkan surat secara resmi Untuk meminta persetujuan dan ijin.


Sehingga sekolah mengeluarkan surat ijin, dan pihak sekolah pun tetap mengembalikan lagi kepada para Orangtua siswa, diijinkan atau tidaknya anak mereka mengikuti kegiatan Studi Tour yang rencana berangkat pada Kamis tanggal 2 sampai 8 Maret 2023


Hal ini disampaikan Wakasek Kesiswaan, Lilis Yani Spd.Mpd kepada wartamerdeka.info, Rabu (8/2/2023).


Lilis juga menyampaikan, tak menjadi keharusan para siswa ikut studi tour dan tak ada konsekwensi apa apa dari sekolah, serta gagasan ini bagus bagi siswa terutama yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tersebut.


"Kan ada pribahasa tak kenal maka tak sayang sehingga kita harus tau dulu keadaan dalamnya seperti apa perguruan tinggi tersebut," ucap Lilis.


Wakasek juga menegaskan, kalaupun ada kekhawatiran orang tua siswa seolah olah nanti dalam pelaksanaan study tour, sekolah membiarkan dan hanya panitia dan siswa yang ikut saja itu salah besar.


"Kita pihak sekolah mendampingi dan ada guru yang di tunjuk sekolah untuk mengawal mereka," pungkas Lilis.(AsBud)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama