Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gubernur Sulsel Panen Nenas Madu Di Jangan -Jangan Barru

 Barru, wartamerdeka.info, - Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Bahtiar  Baharuddin dusun Bette Desa Jangan Jangan Kecamatan Pujananting Kabulaten Barru,  Jumat (22/3/2024).

Pj Gubernur Sulsel bersama Bupati dan Forkopimda, sebelummya juga melakukan penanaman nenas  di areal perluasan kebun  nenas didaerah itu. 

Kepada awak media, Pj.Gubernur mengapreasiasi pemerintah daerah yang telah memfasilitasi petani dalam mengembangkan tanaman holtikultura, nenas didaerah ini.
Bupati Barru H. Suardi Saleh menyampaikan bahwa lahan yang disediakan sudah sangat memadai dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Luas lahan penanaman Nenas di Desa Jangan Jangan sudah mencapai 150 Ha dan sudah berproduksi sekitar 50 Ha. Pemasaran buah nenas ini sangat banyak peminatnya karena jenisnya berbeda dengan nenas biasa. Jenis   sangat manis dibanding nenas lokal sehingga dengan adanya perkebunan ini dapat membantu peningkatan ekonomi  masyarakat", ucap Bupati dua periode ini.

Selain itu,  Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin  didampingi Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh ,Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sulsel, Pimpinan OPD terkait juga meninjau pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB)  di peternakan rakyat Di Desa Kading KecamatanTanete Riaja. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama