Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mitigasi Proaktif dan Kesadaran Lingkungan Mencegah Bencana Hidrometeorologi


   (Foto : SP Kantor Kemenko PMK)

Sulsel, wartamerdeka.info, - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya mitigasi proaktif dan perubahan pola pikir masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana hidrometeorologi. 

Upaya ini mendesak di tengah meningkatnya frekuensi bencana akibat perubahan iklim.
“Selain modifikasi cuaca, optimalkan infrastruktur yang sudah ada dan laksanakan apel rutin siaga bencana sehingga dapat mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi.

Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” ujar Pratikno usai memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sulawesi Selatan, Kamis (2/1/2025).Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat bahwa curah hujan tinggi akan berlangsung hingga Januari 2025. Kondisi ini memerlukan penguatan sistem pemantauan dini dan kesiapsiagaan untuk merespons bencana.

Dalam siaran Pers nya, Kamis (2/1/2025), Pratikno menyoroti kerusakan lingkungan, seperti deforestasi dan pengelolaan sampah yang buruk, sering menjadi pemicu bencana. Pihaknya  mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui edukasi dan pola hidup ramah lingkungan.

“Semuanya harus berperan aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing dan saling bahu-membahu demi menciptakan sistem pengelolaan bencana yang tangguh dan berkelanjutan,” tutur Pratikno.Dalam mendukung upaya kesiapsiagaan bencana di Sulawesi Selatan tersebut, BNPB telah menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta menetapkan 16 kabupaten/kota berstatus tanggap darurat dan 8 kabupaten/kota berstatus siaga darurat.

Rapat dihadiri Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Yasir Mahmud, Sekda Sulawesi Selatan Jufri Rahman, Forkopimda, Bupati/Wali Kota, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. (SP/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama