Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Senyum Ceria Andi Ina, Langka Kecil Penuh Makna di Hari Libur


H
ari libur di Barru dipenuhi semangat yang berbeda. Di tengah udara pagi yang segar dan rindangnya pepohonan di alun alun Colliq Pujie Barru, tampak sosok Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, melangkah ringan dengan senyum hangat yang tak pernah lepas dari wajahnya.
 

Mengenakan jaket kuning cerah, celana olahraga, dan sepatu putih, ia terlihat penuh semangat menyusuri jalan kota, menyapa warga, sesekali berlari kecil sambil menikmati suasana akhir pekan yang damai.

Namun, momen kebersamaan itu tak berhenti di situ. Saat irama musik mulai mengalun dari arah lapangan, kelompok senam yang telah bersiap tampak mulai bergerak. 

Tanpa ragu, Bupati Andi Ina pun langsung berbaur. Ia ikut meliuk, menghentakkan kaki, dan mengikuti setiap gerakan dengan luwes dan ceria, seirama dengan musik yang membangkitkan semangat.

Tak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya. Di pagi itu, Andi Ina bukan hanya seorang bupati, tapi juga sahabat yang hadir sepenuh hati. 

Setiap senyum, setiap langkah, dan setiap hentakan menjadi bukti nyata bahwa kedekatan dengan warga bukan hanya lewat kebijakan, tapi juga lewat kebersamaan yang sederhana dan tulus.

"Melangkah dan bersenam bersama warga bukan sekadar soal gaya hidup sehat, tapi tentang merawat kebersamaan dan menjaga semangat gotong royong", ungkap seorang ibu yang ikut senam dengan mata berbinar.

Barru pagi itu terasa lebih hangat. Bukan hanya karena sinar matahari, tapi karena kehadiran pemimpin yang memilih menyatu, menjadi bagian dari tawa, gerak, dan semangat masyarakatnya. 

Sebuah langkah kecil yang penuh makna, menghidupkan hari libur dengan cinta dan kepedulian. (Syam M. Djafar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama