Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Boleh Bawa Anak ke Kantor, Kebijakan Humanis di Peringatan Harganas ke-33


BARRU (wadtakerdeka.info) – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Barru diwarnai kebijakan tegas sekaligus humanis dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat memimpin upacara di halaman Kantor Bupati Barru, Senin (29/6/2026).

Di hadapan barisan ASN, PPPK, dan pejabat yang mengikuti upacara, Bupati Andi Ina tidak sekadar berpidato tentang pentingnya keluarga. Ia langsung mengumumkan kebijakan yang mendapat sambutan hangat, yakni memperbolehkan ASN membawa anak ke kantor.

Kebijakan ini disambut antusias, terutama oleh ASN yang berstatus orang tua. Selama ini, tidak sedikit pegawai yang dihadapkan pada dilema membagi waktu antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan anak.

"Saya izinkan ASN membawa anak ke kantor, selama tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur. Ini bentuk nyata dukungan Pemkab terhadap penguatan fungsi keluarga," tegas Andi Ina di hadapan peserta upacara.

Bupati menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, lingkungan kerja juga harus memberi ruang bagi ASN untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesi dan peran dalam keluarga.

Kebijakan ini, menurutnya, bukan bentuk pelonggaran disiplin. Justru sebaliknya, ini merupakan wujud empati pemerintah terhadap kondisi riil yang dihadapi ASN. Profesionalisme tetap menjadi prioritas, namun pemerintah juga hadir memberikan dukungan ketika pegawai harus mendampingi anak dalam kondisi tertentu.

Andi Ina mengajak seluruh ASN dan masyarakat menjadikan momentum Harganas sebagai pengingat bahwa ketahanan keluarga merupakan pilar utama pembangunan daerah dan bangsa.

"Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. Jadikan keluarga sebagai tempat pertama dan utama membangun masa depan," tegasnya.

Bupati juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di era modern, mulai dari tekanan ekonomi, perkembangan teknologi digital, hingga berbagai persoalan sosial yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang hangat di dalam keluarga serta keterlibatan aktif kedua orang tua dalam pengasuhan.

Perhatian khusus juga diberikan pada peran ayah dalam keluarga. Menurut Andi Ina, seorang ayah tidak cukup hanya hadir sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam kehidupan anak agar tidak terjadi fenomena fatherless, yang dapat berdampak pada pembentukan karakter generasi muda.

Upacara Harganas ke-33 di Barru berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, ASN, PPPK, serta unsur terkait lainnya. Kebijakan yang diumumkan Bupati Andi Ina pun menjadi salah satu pesan paling membekas dalam peringatan Harganas tahun ini: bahwa membangun bangsa yang kuat harus dimulai dari membangun keluarga yang kuat. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama