Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Barru: Keluarga Tangguh Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045


BARRU (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Barru, Senin (29/6/2026). 

Upacara diikuti unsur Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, camat, ASN, PPPK, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Barru.

Bupati yang membacakan amanat tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S. Ag. M. Pd, menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

"Hari Keluarga Nasional adalah saat yang tepat untuk merefleksikan apakah keluarga kita telah menjadi tempat yang aman, nyaman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi berkualitas," ujarnya. 

Bupati menyebut, di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity), ketahanan keluarga menjadi benteng utama menghadapi tekanan ekonomi, disrupsi digital, dan perubahan sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual.


Bupati juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter dalam keluarga, serta terciptanya lingkungan rumah yang mendukung tumbuh kembang anak.

Perhatian khusus diberikan pada peran ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam kehidupan anak.

"Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam kondisi fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi tidak hadir dalam kehidupan mereka," tegasnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan para orang tua agar bijak mengawasi penggunaan gadget (handphone)  oleh anak. Maraknya perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, menurutnya, menjadi alarm penting untuk menguatkan fungsi pengasuhan dan komunikasi dalam keluarga.

Menutup amanatnya, Andi Ina mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harganas sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

"Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Mari kita wujudkan keluarga berkualitas untuk Indonesia Emas 2045," ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kebijakan yang disambut antusias ASN, yakni memperbolehkan pegawai yang memiliki anak balita membawa anak ke kantor sepanjang tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Bank Sulselbar atas bantuan satu unit mobil arm roll untuk mendukung peningkatan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Barru. 

Bahkan, usai penyerahan, Bupati sempat menjajal langsung kendaraan tersebut berkeliling kompleks Kantor Bupati.

"Alhamdulillah, mobilnya bagus. Semoga ini semakin memperkuat pelayanan kebersihan di Kabupaten Barru," pungkasnya.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama