MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Ketua Dewan Penasihat DPP Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB), H.M. Aksa Mahmud, mendorong Pemerintah Kabupaten Barru bersama DPRD, KKDB, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk lebih agresif mengoptimalkan berbagai potensi daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Hal itu disampaikan Aksa Mahmud saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar DPP KKDB, dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Majelis Taklim Al-Barru Rahim di Graha Pena Lantai 19, Makassar, Ahad (30/8/2026),
Menurut Aksa, keterbatasan jumlah penduduk maupun kemampuan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan bagi Barru untuk berjalan lambat. Justru kondisi tersebut harus mendorong pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berpikir lebih kreatif dalam mengembangkan keunggulan daerah.
“Orang Barru itu hebat. Biar kecil asal hebat,” tegas Aksa.
Ia menilai Barru memiliki sejumlah potensi yang apabila dikelola secara serius dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah. Salah satunya adalah sektor pariwisata.
Aksa secara khusus menyoroti keberadaan sejumlah air terjun yang dimiliki Barru. Menurutnya, sedikitnya tiga air terjun memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus membuka lapangan usaha bagi masyarakat sekitar.
“Potensi yang ada harus kita kelola. Jangan hanya menjadi potensi, tetapi harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur menuju lokasi wisata. Pemerintah perlu menyiapkan konsep yang terintegrasi, mulai dari aksesibilitas, fasilitas pendukung, promosi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan produk ekonomi kreatif.
Dengan demikian, destinasi wisata tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain pariwisata, Aksa juga memberikan dukungan terhadap sejumlah agenda strategis Pemerintah Kabupaten Barru, termasuk rencana pembangunan rumah sakit dan pengembangan Kawasan Industri Barru (KIBAR).
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang representatif serta kawasan industri yang berkembang akan memperkuat posisi Barru dalam menarik investasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
Namun, Aksa mengingatkan agar masuknya investasi dibarengi dengan kepastian dan perlindungan bagi investor. Pemerintah daerah perlu menciptakan iklim investasi yang memberikan rasa aman, kepastian hukum, serta kemudahan bagi dunia usaha.
“Investasi harus kita jaga. Kalau investor datang, berikan kepastian dan perlindungan. Karena dari investasi itu akan muncul lapangan kerja dan pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Aksa juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, KKDB, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan Barru tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.
KKDB, kata dia, dapat mengambil peran sebagai jembatan yang menghubungkan potensi Barru dengan jaringan warga Barru di berbagai daerah, termasuk para pengusaha dan profesional yang berada di luar daerah.
“Kalau kita bersama-sama, potensi yang kecil bisa menjadi besar. Yang penting ada kemauan, ada kerja sama, dan ada keberanian untuk mengembangkan Barru,” ujarnya.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama membangun Barru.
Aksa mengajak seluruh warga Barru, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Baginya, kemajuan Barru harus dibangun dengan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap daerah.
“Orang Barru itu hebat. Biar kecil asal hebat,” kembali ditegaskannya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Pemkab Barru yang terus mendorong kolaborasi dengan KKDB dan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi daerah, meningkatkan investasi, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Barru.(syam)

