Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wabup Abustan Dorong Produk Unggulan Barru Pasar Sulsel Expo & Culinary 2026


BARRU (wartamerdeka.info) - Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru untuk mempromosikan produk unggulan daerah dalam ajang Sulsel Expo & Culinary 2026. 

Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pasar UMKM, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Abustan saat mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sulsel Expo & Culinary 2026 melalui Zoom Meeting dari Ruang BASIC Lantai II Kantor Bupati Barru,  Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Lapangan Hasanuddin, Makassar, tersebut akan menghadirkan sejumlah agenda, antara lain Expo Pangan Murah, kuliner, dan Anti Mager.

Dalam rapat koordinasi itu, Abustan menyampaikan bahwa Kabupaten Barru siap berpartisipasi aktif dengan membawa sejumlah produk unggulan, seperti Kopi Barru (KOBAR), gula aren, telur asin, nanas, dan ubi kayu.


Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui promosi, penguatan pemasaran, dan perluasan akses pasar agar semakin dikenal serta mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.

Kopi Barru, misalnya, tengah dikembangkan sebagai salah satu identitas khas daerah. Meski produksinya masih terbatas, Pemkab Barru terus mendorong pengembangan dan pemasaran agar produk tersebut memiliki daya saing lebih luas.

Begitu pula gula aren yang telah diproduksi sejumlah usaha kecil di Barru. Produk ini dinilai berpeluang berkembang melalui promosi langsung dan pemasaran dalam ajang pameran berskala provinsi.

Untuk memaksimalkan manfaat kegiatan bagi pelaku UMKM, Abustan mengusulkan agar setiap kabupaten/kota memperoleh booth atau tenda khusus sebagai tempat memamerkan sekaligus memasarkan produk unggulan masing-masing.

Menurutnya, fasilitas khusus tersebut penting untuk memperkuat identitas produk daerah, memudahkan promosi, serta membuka ruang interaksi langsung antara pelaku usaha dan calon pembeli.

Ia juga mengusulkan agar durasi pelaksanaan Sulsel Expo & Culinary diperpanjang dari dua hari menjadi lima hari. Usulan ini didasarkan pada pengalaman Kabupaten Barru dalam menyelenggarakan kegiatan pemasaran UMKM, yang menunjukkan bahwa waktu lebih panjang dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen dan mengoptimalkan penjualan.

“Kalau memungkinkan, pelaksanaannya jangan hanya dua hari. Kami mengusulkan lima hari agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk berkunjung dan berbelanja. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa memperoleh hasil penjualan yang lebih baik, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat menutupi biaya mobilisasi dan memberikan keuntungan bagi usaha mereka,” ungkapnya.

Abustan menegaskan, Pemkab Barru siap memberikan dukungan maksimal untuk menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk menghadirkan kendaraan yang dihias dan dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk unggulan daerah.

Selain mendorong promosi produk unggulan, Abustan juga memaparkan potensi pengembangan telur asin yang dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, program bantuan ayam kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Barru telah membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk menghasilkan produk peternakan bernilai ekonomi.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, produksi telur dari program tersebut telah mencapai sekitar 600 butir per hari. Potensi ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha kecil, khususnya produsen telur asin, sehingga hasil peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk telur mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

Langkah tersebut diharapkan mampu membangun keterkaitan antara program pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, dan penguatan ekonomi lokal.

“Insyaallah, Kabupaten Barru siap berpartisipasi secara maksimal dengan membawa produk-produk unggulan daerah. Kami berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” tuturnya.

Pemkab Barru berharap keikutsertaan dalam Sulsel Expo & Culinary 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama antardaerah, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Turut mendampingi Wakil Bupati Barru dalam rapat koordinasi tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB), Kepala Bapperida, Kepala Bagian Perekonomian Setda, serta Kepala Bidang Pariwisata Disprekrafpora. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama