Skip to main content

Polres Rembang Bekuk Dua Pejambret

REMBANG - Dua pelaku penjambretan pada Rabu (27/4)malam sekira pukul 19.30 WIB, berhasil dibekuk aparat Kepolsian Resor Rembang. Kini kedua pelaku tengah diperiksa intensif guna mengetahui telah berapa kali melakukan tindak kriminal serupa.

Kapolres Rembang AKBP Adhi Fandy Ariyanto melaui Kasat Reskrim AKP Sugirman disela penyidikan menjelaskan, pelaku dua orang yaitu Ahmad Showfan usia 20 tahun pekerjaan swasata warga RT 1-RW 6, dan Yoki Yusmawan usia 16 tahun berstatus pelajar Madrasah Aliyah Negeri Rembang, warga RT 2-RW 3, sama dari desa Sridadi kecamatan Rembang. "Perbuatan pelaku termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), dengan lokasi kejadian di jalan desa Pulo kecamatan Rembang," terangnya.     

AKP Sugirman mengungkapkan kronologi kejadian, seusai korban Okviana Sari usia 26 tahun warga RT 2-RW 3 desa Pulo kecamatan Rembang mengambil sejumlah uang dari ATM satu perbankan di Jalan Wahidin. Ketika dalam perjalanan pulang ke rumah dan berada di tempat sepi, tiba-tiba dua pelaku memepet sepeda motornya. "Pelaku berusaha menjambret tas yang dibawanya," ungkapnya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Sugirman, sempat terjadi tarik-menarik hingga akhirnya pelaku berhasil membawa kabur tas milik korban. Saat pelaku kabur, korban berteriak-teriak minta tolong, mengundaang perhatian warga. "Begitu mengetahui bila korban usai menjadi korban penjambretan, segera melaporkan kejadian itu ke Polres Rembang, sementara beberapa orang  bergegas melakukan pengejaran, namun
kehilangan jejak," ujarnya.

Sementara anggota Reskrim yang datang tak lama setelah menerima laporan lanjut AKP Sugirman, kemudian melaukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku. "Keduanya segera digelandang ke Mapolres," cetusnya.

Kasat Reskrim AKP Sugirman menambahkan, barang bukti yang diamankan berikut pelaku yaitu sepeda motor Suzuki Satria nomor polisi K 5057 ZD yang digunakan melakukan penjambretan dan tas milik korban berisi sejumlah uang, HP dan surat-surat penting. "Untuk dua pelaku curas kami kenakan pasal 365 KUHP. Diancam hukuman penjara hingga 12 tahun," imbuhnya.

Sementara korban Okviana Sari saat dimintai keterangan oleh penyidik, dia menjelaskan saat keluar dari ATM melihat pelaku di dekat sepeda motor yang diparkirnya. Ketika dalam perjalanan  pulang terlihat pelaku membuntuti. "Saat berada di tempat sepi kemudian mencegat dan menjambret tas yang saya bawa," ungkapnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).