Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

A Rahman Dirumahkan Gara-gara Imbas Covid-19, Malah Banyak Pesanan Melukis


"Allhamdullillah.. Selama pandemi Corona ini saya tak pernah kekurangan uang dapur"

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - 
Ternyata banyak cara untuk menghasilkan uang walau lagi pandemi virus Corona seperti sekarang ini. Salah satunya, dengan cara mengembangkan hobi lewat bakat yang dipunyai, seperti dilakukan oleh A Rahman seorang karyawan honorer harian di PUPR kabupaten Tasikmalaya yang telah dirumahkan dari pekerjaannya.

Warga Cisayong ini berhobi melukis dan main musik beraliran Sunda dengan alat musik kecapi dan suling.

Tapi bisnisnya yang lagi ramai sekarang, menurut pengakuannya adalah melukis. Banyak yang pesan lukisan dari mulai yang bertemakan natural (alam) sampai melukis para tokoh yang hasilnya persis seperti aslinya.

Penjualan pun harganya bervariasi dari mulai 500 ribu hingga puluhan juta rupiah."Allhamdullillah.. Selama pandemi Corona ini saya tak pernah kekurangan uang dapur karena kreativitas melukis ini,"  ujarnya saat ditemui di rumahnya, dan saat ditemui,  kebetulan dia sedang melukis.

"Karya karya saya ini semoga menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mengalami putus dari pekerjaan gara-gara pandemi ini. Mari kita manfaatkan waktu lewat bakat yang kita punya, agar kejenuhan dapat terobati," kata A. Rahman, Sabtu (9/5/2020). (H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama