Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


 


Disesalkan, KPK Stop Pembangunan Masjid Desa Arra, Warga: Masjid Itu Untuk Masyarakat Umum Bukan Untuk Pribadi Nurdin Abdullah

Donatur: Dana Masjid Kita Kirim ke Rekening Yayasan, Bukan Rekening Nurdin Abdullah

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai gegabah dan membabi buta dalam melakukan penyitaan/penyegelan sejumlah asset yang dinilai terkait kasus hukum yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) non aktif Nurdin Abdullah (NA).

Salah satunya adalah penyegelan masdjid di Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, yang baru dalam proses pembangunan. Akibatnya pembangunsn masjid tersebut harus stop.

KPK menyebut, penyitaan/penyegelan tersebut dilakukan karena diduga dari uang hasil suap dan gratifikasi proyek dari Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah dan sejumlah kontraktor.

Sejumlah warga menyesalkan penyegelan masjid tersebut. Karena masjid tersebut bukanlah milik atau diperuntukkan Nurdin Abdullah pribadi atau keluarganya. Melainkan diperuntukkan menjadi sarana ibadah secara umum agar kebutuhan ibadah warga sekitar dapat terpenuhi, khususnya di lokasi terpencil.

Bahkan, anggaran dana pembangunan masjid itu pun tak hanya berasal dari Nurdin Abdullah, namun melibatkan donatur, di antaranya yakni dari Direktur PT Putra Jaya, Petrus Yalim.

Saat itu, Petrus diundang langsung pada peletakan batu pertama pembangunan masjid. Di saat mau pulang, eks ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri meminta agar Petrus dapat membantu biaya pembangunan masjid tersebut.

"Pak Nurdin tidak pernah minta bantuan. Cuma Syamsul bilang, apakah bisa dibantu? Saya bilang, bisa pak minta nomor rekeningnya," kata Petrus di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (10/6/2021) pekan lalu.

Lanjut Petrus, Syamsul memberikan nomor rekening atas nama yayasan masjid. Petrus kemudian mentransfer donasi senilai Rp100 juta.

"Nominal donasinya inisiatif sendiri dan saya kirim ke rekening yayasan, bukan ke Pak Nurdin. Saya tidak pernah komunikasi dengan Pak Nurdin, cuman ke Pak Syamsul Bahri saja," bebernya.

Ia mengaku, perusahaannya memang kerap memberikan donasi ke sejumlah pembangunan rumah ibadah. Bukan cuma masjid, tetapi juga untuk pembangunan gereja, kelenteng, dan lainnya.

"Intinya kami mencari pahala dan ikhlas," tambahnya.

Petrus juga menyebut, pengusaha lain yang turut menjadi donatur adalah, Tiau. Jumlahnya pun sama Rp100 juta.

"Pak Tiau juga menyumbang Rp100 juta. Kami komunikasi. Pak Tiau tanya saya nyumbang berapa, jadi dia kasih juga Rp100 juta ke yayasan," sebut Petrus.

Sementara itu, Bendahara Masjid, Aminuddin membenarkan adanya donasi yang masuk ke rekening yayasan masjid. Uang tersebutlah yang digunakan pasca peletakan batu pertama hingga saat ini.

"Iyye memang ada uang yang masuk tapi saya tidak tahu dari siapa. Dan semuanya sudah dipakai untuk bangun itu masjid," ungkapnya.

Warga di Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros sangat senang dengan adanya pembangunan masjid. Pasalnya, masjid di desa tersebut cukup berjauhan dengan masyarakat setempat.

"Masyarakat di sini sangat senang sekali. Karena di sini jauh sekali dari tempat masjid lainnya yang ada di kampung ini, sekitar dua kilometer sementara kepala keluarga mencapai 250," sambung Aminuddin.

Terpisah, Kepala Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Daeng Rala menambahkan, sepengetahuan dirinya belum pernah ada orang manapun yang memiliki sarana ibadah seperti masjid secara pribadi, sebab masjid sudah pasti dipakai sholat berjamaah. 

"Tidak ada orang yang bisa memiliki secara pribadi itu Masjid, pasti akan dipakai dengan semua orang," pungkasnya.(*)

Posting Komentar untuk "Disesalkan, KPK Stop Pembangunan Masjid Desa Arra, Warga: Masjid Itu Untuk Masyarakat Umum Bukan Untuk Pribadi Nurdin Abdullah"