Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Satpol PP Barru Gencarkan Operasi Kasih Sayang

BARRU (wartamerdeka.info) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Kabupaten Barru, Muhammad Sabirin Hafid, S. Sos. M. Si memimpin langsung operasi Kasih Sayang. Operasi tersebut menyasar fasilitas umum, terminal, dan warung kopi dan fasilitas umum lainnya. 

Sabirin mengemukakan hal itu kepada Awak Media saat menghadiri pelantikan anggota BPD pengisian antar waktu Desa Madello kecamatan Balusu,  Jumat (15/10/2021) sore. 

Menurut Sabirin, operasi Kasih Sayang tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya anak sekolah yang berkeliaran diluar kelas pada jam pelajaran, apalagi saat ini kita masih dalam suasana Pandemi Covid-19 dimana ada pembatasan kegiatan di luar rumah. 

"Kegiatan ini kita mulai sejak dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM),"jelasnya. 

Dikatakan, sejak dilaksanakannya operasi Kasih Sayang ini, dibeberapa tempat seringkali kita dapati anak sekolah yang sudah pulang sekolah tapi tidak langsung pulang kerumah. Mereka memilih singgah dipasar, atau tempat umuk lainnya sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan dimana sangat rentang tertular virus Covid-19.

Hal seperti itulah yang kita beri nasihat dan pemahaman dengan cara yang santun dan humanis serta diberi edukasi terkait protokol kesehatan untuk selanjutnya diminta segera kembali kerumah masing-masing.  

"Sejauh ini belum ada proses penindakan yang kita lakukan,  kecuali edukasi dan proses penyadaran," imbuhnya. 

Menurut Sabirin,  operasi tersebut akan terus dilakukan demi menciptakan ketertiban, meminimalkan kerumunan ditempat umum sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 dapat kita putus. (sam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama