Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kondisi SD Karang Sentosa 2 Memprihatinkan


Bekasi-Suasana belajar di SD Karang Sentosa 2, Karang Bahagia memprihatinkan. Dari tiga ruangan kelas yang berdiri sejak tahun 1979 ini, hanya tersisa 1 ruang kelas. Pasalnya, dua ruangan lainnya runtuh dan rata dengan tanah, akibat kondisinya yang tua tak terawat pada pertengahan Maret lalu.


Kelas yang tersisa pun, kondisinya sangat mengkhawatirkan, selain fisiknya yang usang, kelas tersebut dengan terpaksa, digunakan oleh dua kelompok siswa, kelas satu dan dua secara berbarengan. Mereka terpaksa berbagi ruangan, papan tulis, dan konsentrasi belajar secara bersamaan, tanpa disekat.

Untuk siang harinya, mulai pukul 09.30-12.15, kelas tersebut digunakan untuk siswa kelas enam. Sementara siswa kelas lainnya, dengan terpaksa meminjam gedung madrasah milik warga yang kondisinya pun tak jauh buruk dengan SD Karang Sentosa 2.

’’Ya begini lah kondisinya. Kita satukan siswa kelas satu dan dua untuk belajar. Papan tulisnya juga dibagi dua. Bagian kanan untuk kelas satu, dan kiri untuk kelas dua,’’ terang Haerudin, kepala sekolah SD Karang Sentosa 2, kemarin.

Diungkapnya, ketertundaan pembangunan sekolah tersebut juga disebabkan keterlambatan proses pengajuannya dalam APBD 2006, hingga harus dimasukkan dalam tahun angran 2007. Itu pun, tuturnya, hanya anggaran untuk pembebasan lahan seluas 1.800 meter persegi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Muhyiddin, mengatakan, meski dalam anggaran APBD yang dialokasikan hanya tanahnya, namun, setelah sekolah tersebut runtuh, sudah ada anggaran yang siap dikucurkan dari pos dana tak tersangka.

’’Kita sudah siapkan anggaran pembangunannya juga. Hanya karena peristiwanya sesudah masa penganggaran APBD, maka kita kita anggap ini sebagai crash program, maka menggunakan dana tak tersangka,’’ terang Muhyiddin.

Meski begitu, Muhyiddin belum bisa memastikan kapan mulai ada pembangunan sekolah pengganti. Pasalnya, pembebasan tanah saja belum bisa dilakukan. Artinya siswa sekolah tersebut akan tetap harus menjalani kegiatan belajarnya dalam kondisi memprihatinkan, dan situasi yang tak nyaman, dalam waktu yang belum bisa ditentukan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama