Langsung ke konten utama

Kondisi SD Karang Sentosa 2 Memprihatinkan


Bekasi-Suasana belajar di SD Karang Sentosa 2, Karang Bahagia memprihatinkan. Dari tiga ruangan kelas yang berdiri sejak tahun 1979 ini, hanya tersisa 1 ruang kelas. Pasalnya, dua ruangan lainnya runtuh dan rata dengan tanah, akibat kondisinya yang tua tak terawat pada pertengahan Maret lalu.


Kelas yang tersisa pun, kondisinya sangat mengkhawatirkan, selain fisiknya yang usang, kelas tersebut dengan terpaksa, digunakan oleh dua kelompok siswa, kelas satu dan dua secara berbarengan. Mereka terpaksa berbagi ruangan, papan tulis, dan konsentrasi belajar secara bersamaan, tanpa disekat.

Untuk siang harinya, mulai pukul 09.30-12.15, kelas tersebut digunakan untuk siswa kelas enam. Sementara siswa kelas lainnya, dengan terpaksa meminjam gedung madrasah milik warga yang kondisinya pun tak jauh buruk dengan SD Karang Sentosa 2.

’’Ya begini lah kondisinya. Kita satukan siswa kelas satu dan dua untuk belajar. Papan tulisnya juga dibagi dua. Bagian kanan untuk kelas satu, dan kiri untuk kelas dua,’’ terang Haerudin, kepala sekolah SD Karang Sentosa 2, kemarin.

Diungkapnya, ketertundaan pembangunan sekolah tersebut juga disebabkan keterlambatan proses pengajuannya dalam APBD 2006, hingga harus dimasukkan dalam tahun angran 2007. Itu pun, tuturnya, hanya anggaran untuk pembebasan lahan seluas 1.800 meter persegi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Muhyiddin, mengatakan, meski dalam anggaran APBD yang dialokasikan hanya tanahnya, namun, setelah sekolah tersebut runtuh, sudah ada anggaran yang siap dikucurkan dari pos dana tak tersangka.

’’Kita sudah siapkan anggaran pembangunannya juga. Hanya karena peristiwanya sesudah masa penganggaran APBD, maka kita kita anggap ini sebagai crash program, maka menggunakan dana tak tersangka,’’ terang Muhyiddin.

Meski begitu, Muhyiddin belum bisa memastikan kapan mulai ada pembangunan sekolah pengganti. Pasalnya, pembebasan tanah saja belum bisa dilakukan. Artinya siswa sekolah tersebut akan tetap harus menjalani kegiatan belajarnya dalam kondisi memprihatinkan, dan situasi yang tak nyaman, dalam waktu yang belum bisa ditentukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...