Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

80% Garam Konsumsi di Rembang Dikuasai Produk Luar Daerah

REMBANG-Saat tim penegakan hukum (Gakkum) pengendalian peredaran garam tidak beryodium di kabupaten Rembang, melakukan operasi pasar, diketahui bila 80% garam konsumsi yang beredar di sejumlah pasar dikuasai produk dari luar daerah, khususnya dari Madura. Ini terjadi karena banyak pengusaha garam konsumsi di Rembang membatasi produksinya akibat terkendala kelangkaan bahan baku. 

Ditemui di sela-sela kegiatan operasi, ketua tim gakkum Aiptu Sunandar (anggota Polres Rembang-red) menyayangkan minimnya produk garam Rembang yang beredar di  pasaran. Padahal kabupaten Rembang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil garam. "Bahkan Rembang merupakan salah satu sentra penyangga produksi garam nasional," cetusnya. 

Menurutnya, dari operasi tri wulan ke-3 tahun 2010 yang dilaksanakan mulai  tanggal 26 September hingga dan 6 Oktober kemarin tercatat 80% produk dikuasai  produsen dari luar daerah, sisanya 20% dari Rembang. 

"Kita harap keadaan ini tidak berlangsung lama. Karena produk garam konsumsi  pengusaha Rembang selalu berkadar yodium sesuai SNI," sebut Aiptu Sunadar. (hasan/kir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama