Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Amuk Massa di Lebak, Polisi Terluka


KOMPAS/FX LAKSANA AGUNG S
Suasana saat amuk massa
SERANG — Aparat Kepolisian Resor Lebak untuk sementara ditarik dari lokasi peristiwa. Hal tersebut menyusul aksi puluhan warga Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, yang mengamuk pada Kamis (7/10/2010) sore dan mengakibatkan seorang anggota polisi setempat mengalami luka pukul. 

Menurut penuturan Kepala Kepolisian Resor Lebak Ajun Komisaris Besar Widoni Fedri ketika dihubungi dari Serang, Banten, Kamis petang, langkah ini ditempuh untuk mendinginkan suasana dan memberi kesempatan warga dan perangkat desa menyelesaikan masalah terkait pengukuran tanah di Kampung Sinday. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Kampung Sinday menolak pengukuran di tanah mereka untuk proyek Waduk Karian yang dilakukan petugas ukur pada Kamis siang. Setelah itu, terjadi aksi penolakan dari warga. 

"Polisi pun kemudian datang ke sana, tapi malah ada anggota polisi yang dipukuli. Demikian pula dua anggota intel, juga sempat dipukul," kata AKB Widoni. 

AKB Widoni menuturkan, sebuah mobil dan dua sepeda motor milik petugas pengukur dan polisi juga rusak pada peristiwa tersebut.(sumber: Kompas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama