Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Komite Sekolah Perlu Direvitalisasi Agar Lebih Berperan


Keterangan Foto:  Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Edi Winarno.

REMBANG-Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, mengaggap penting upaya merevitalisasi 565 komite skolah SD/MI dan SMP/MTs agar lebih berperan. Pasalnya keberadaan mereka selama ini tak lebih dari cap stempel, kurang mendapat tempat dalam setiap kebijakan yang dirumuskan damn ditetapkan pengelola sekolah.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Edi Winarno di ruang kerjanya,  Rabu (3/11/2010) pagi tadi mengatakan, seharusnya komite sekolah berfungsi sebagai lembaga advisory (tempat menerima laporan dari orang tua ke sekolah atau sebaliknya), supporting (dukungan kepada sekolah), controlling (pengawasan penyelenggaraan sekolah) dan mediating (fasilitator antaraorang tua siswa dengan sekolah).

“Kenyatannya keempat fungsi tersebut tidak berjalan baik selama ini," katanya.

Menurut dia, karena tidak banyak komite sekolah yang mengerti tugas pokok dan fungsinya, mereka justru menjadi cap stempel pihak sekolah. Padahal cukup banyak yang bisa dilakukan komite sekolah agar penyelenggaraan pendidikan gratis di kabupaten Rembang semakin bermutu.

"Kebanyakan orang tua menganggap bahwa dalam program pendidikan gratis yang berjalan sejak 2006 itu, semuanya bebas. Termasuk keperluan di luar biaya operasional sekolah seperti membeli buku tulis dan kegiatan wisata," ujarnya.

Ditambahkan, komite sekolah sebenarnya bisa membantu menyosialisasikan batasan sekolah gratis dan menjelaskan bagian yang masih harus ditanggung orang tua. Agar pendidikan gratis benar-benar berkualitas, maka komite sekolah juga harus turut serta memantau kinerja kepala sekolah agar mengelola sekolah dengan transparan dan akuntabel.

"Komite sekolah seharusnya juga memantau guru yang mengajar, jangan karena gratis lantas para guru bertindak asal-asalan saat mengajar," imbuhnya.  

Terpisah, Murtadho, pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Rasional (LSM Komras) yang concern dengan dunia pendidikan di kabupaten Rembang mengatakan, upaya dewan pendidikan melakukan revitalisasi komite sekolah dengan memberikan pemahaman tentang tugas pokok dan fungsinya, cukup bagus. 

”Komite sekolah memang perlu mendapatkan pemahaman kembali atau direvitalisasi perannya agar proses penyelenggaraan sekolah semakin baik,” ujarnya..

Namun tegasnya, tindak lajut dari revitalisasi apakah stagnan seperti kemarin atau ada perubahan ke arah positif, itu yang ditunggu orang tua dan LSM Komras. ”Pasca revitalisasi kami akan mengawasi komite sekolah. Apakah masih seperti dulu sebagai tukang stempel saja atau berani membela kepentingan siswa dan orang tua saat mendapat perlakuan tak adil ," tandasnya. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama