Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Korban Tewas Merapi di DIY Mencapai 178 Orang

YOGYAKARTA - Korban meninggal akibat letusan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah lagi 10 orang. Dengan demikian, total korban tewas akibat erupsi Merapi sejak 26 Oktober di provinsi itu mencapai 178 orang.

Dari 10 jenazah, 1 jenazah merupakan titipan dari RS Bethesda Yogyakarta. Ia adalah Sarju Budiraharjo asal Bronggang, Cangkringan, Sleman. Sarju meninggal karena luka bakar. Dan 1 jenazah lagi dari pengungsian, Martonohari yang berasal dari desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Martonohari meninggal di pengungsian karena berusia tua.

Sementara 8 jenazah ditemukan di lokasi pencarian di kawasan sekitar Gunung Merapi, Sleman. Masing-masing ditemukan di Desa Glagaharjo 3 orang, Desa Bronggang 1 orang, Ngancar 3 orang, Desa Kali Tengah 1 orang.

"Kondisi jenazah sudah rusak, tidak bisa diidentifikasi lagi," kata kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Minggu (14/11/2010).

Total korban meninggal karena erupsi Merapi di Yogyakarta berjumlah 178 orang. 37 orang diantaranya tewas saat erupsi Merapi yang pertama pada 26 Oktober lalu, dan sisanya tewas pada erupsi Merapi tanggal 4 dan 5 November 2010.

Sementara itu, korban luka yang masih dirawat di RS Sardjito berjumlah 81 orang. 20 orang di antaranya karena luka bakar, dan 61 orang non luka bakar.

"Untuk pemakaman massal masih belum tahu karena harus menunggu keputusan Pemda Sleman," tutup Heru.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama