Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Rembang Astronomi Club Gelar Seminar Pribumisasi Ilmu Astronomi dan Sains

--Indonesia Kekurangan Planetarium

REMBANG-Astronomi sebagai bagian ilmu pengetahuan, selama ini kurang begitu mendapat perhatian. Padahal banyak manfaat diperoleh dari ilmu tertua yang mempelajari fenomena langit, penentuan kalender, pertanian hingga membantu navigasi penerbangan dan pelayaran.

Untuk meningkatkan kecintaan terhadap ilmu perbintangan tersebut, Rembang Astronomi Club (RAC) hari Minggu  menggelar seminar nasional bakti pendidikan 2010 bertajuk Pribumisasi Ilmu Astronomi dan Sains. Kegiatan dilaksanakan di lantai IV Gedung Setda Rembang, diikuti ratusan guru fisika se-kabupaten Rembang.

Salah satu panitia Ali Muchyidin, ditemui di sela-sela kegiatan menerangkan, dari peserta seminar meliputi guru fisika se-kabupaten Rembang, diharapkan ada penguatan ilmu Astronomi pada mata pelajaran Fisika di sekolah. masing-masing.

Dua narasumber,  Thomas Jamaludin peneliti Astronomi dan Sains dari LAPAN dan Cecep Nurwendaya ahli Astronomi dari Planetarium Jakarta, menyampaikan materi seputar Astronomi dalam kemasan serius tetapi santai sehingga tidak membosankan hadirin. Thomas Jamaludin menyampaikan perihal membangun peradaban Astronomi, sedangkan Cecep Nurwendaya membahas keterkaitan Astronomi dengan dunia wisata.

Menurut dua narasumber, Indonesia masih kekurangan tempat penelitian bidang Astronomi/planetarium, sehingga kurang populer dikalangan fisikawan. Saat di Indonesia baru ada 3 planetarium, berada di Jakarta, Surabaya dan Riau. Setiap hari ke tiga tempat tersebut tak pernah sepi pengunjung.

Ditambahkan, setidaknya di satu pulau besar Indonesia yakni Sumatera, kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua, masing-masing sedikitnya berdiri 3 hingga 4 planetarium, untuk mengembangkan ilmu Astronomi agar lebih membumi. (hasan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama